Meski debit air cukup deras, pemerintah kecamatan memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Aparat desa terus berkoordinasi untuk memastikan keselamatan warga dan menyiapkan langkah antisipasi jika terjadi hujan susulan.
Banjir yang Kerap Berulang
BACA JUGA: Alexis Mac Allister Umumkan Kelahiran Putri, Banjir Ucapan Selamat
Banjir di Desa Taba Remanik dan Taba Remanik Lama bukan kali pertama terjadi.
Warga menyebut peristiwa serupa hampir selalu melanda jika curah hujan tinggi mengguyur wilayah hulu Sungai Nile.
“Kalau hujan deras di hulu, biasanya air cepat sekali naik. Kami sudah terbiasa, tapi tetap saja khawatir kalau air makin tinggi,” kata salah satu perangkat desa.
Pemerintah kecamatan menginstruksikan kepala desa untuk meningkatkan kewaspadaan.
Warga diminta segera melapor jika ada tanda-tanda sungai kembali meluap.
“Kami instruksikan kepada para kepala desa untuk segera memberi informasi jika ada tanda-tanda sungai akan meluap lagi. Ini penting untuk langkah antisipasi dini,” tutup Misbahudin.
BACA JUGA: Muara Enim dan Kaur Sepakat Bangun Konektivitas Baru Menuju Pelabuhan Linau
Harapan besar kini terletak pada adanya solusi permanen agar warga tidak terus dihantui ancaman banjir setiap kali musim hujan tiba. (*/red)






