Setelah membaca, mereka diminta menyampaikan informasi, gagasan, serta refleksi kritis terhadap isi buku di hadapan peserta lainnya.
Sesi diskusi menjadi inti dari kegiatan Book Session.
BACA JUGA: Sidang Pembacaan Eksepsi Korupsi Pasar Cinde Ditunda, Alex Noerdin Dirujuk ke Jakarta, Ada Apa?
Di ruang ini, para siswa saling bertukar ide dan pandangan berdasarkan buku yang mereka baca.
Keberagaman judul buku menghadirkan diskusi yang dinamis, karena setiap siswa membawa perspektif yang berbeda.
Proses ini tidak hanya melatih kemampuan berpikir kritis, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan keterampilan komunikasi.
Inisiator Perpustakaan Jalanan Pendopo, Irfan Fransisco, menjelaskan bahwa Book Session dirancang sebagai ruang literasi yang dialogis dan inklusif.
Ia menilai, keterlibatan aktif siswa dalam berbagi pemahaman terhadap bacaan menjadi daya tarik utama kegiatan ini.
“Siswa SMK Negeri 2 Empat Lawang diberikan ruang untuk menyampaikan informasi dan pemahaman tentang buku yang mereka baca kepada teman-temannya saat sesi diskusi berlangsung. Hal ini menciptakan dinamika pembelajaran yang menarik, karena setiap judul buku menghadirkan pembahasan yang unik dan perspektif yang berbeda,” jelas Irfan.
BACA JUGA: SNBP 2026 Resmi Dibuka, Ini Cara Daftar dan Strateginya
Lebih lanjut, Irfan menegaskan bahwa antusiasme siswa menunjukkan besarnya potensi pengembangan literasi berbasis kolaborasi.
Menurutnya, kegiatan literasi tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan lintas pihak, baik sekolah, komunitas, maupun masyarakat.
“Penguatan literasi merupakan tanggung jawab bersama. Diperlukan sinergi dari berbagai pihak agar ketersediaan sumber bacaan yang berkualitas dapat terus diperluas dan diakses oleh masyarakat serta pelajar secara merata,” tambahnya.
Melalui kegiatan Book Session ini, Perpustakaan Jalanan Pendopo berharap dapat terus menghadirkan ruang literasi yang hidup, relevan, dan berkelanjutan.
Kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat pembelajaran, dialog, serta pengembangan karakter di lingkungan sekolah, khususnya bagi generasi muda di Kabupaten Empat Lawang. (*/red)






