Ringkasan Berita:
° Seorang pria bernama Suharman (41) diduga dikeroyok warga Desa Embacang, Ogan Ilir, setelah dituduh merekam rapat Musdes tanpa izin.
° Ia mengalami luka-luka dan melapor ke Polda Sumsel.
° Kades membantah memerintahkan pengeroyokan, menyebut warga emosi karena tidak mengenal korban.
OGAN ILIR, LINTANGPOS.com – Di sebuah siang yang mestinya biasa saja, suasana Desa Embacang, Kecamatan Lubuk Keliat, Ogan Ilir, mendadak berubah panas. Pada Selasa (4/11/2025) sekitar pukul 13.30 WIB, seorang pria bernama Suharman (41) mengaku jadi korban pengeroyokan setelah warga menuduhnya merekam rapat Musyawarah Desa (Musdes) tanpa izin.
Suharman, yang bukan warga setempat melainkan berasal dari Kecamatan Tanjung Batu, datang dengan niat melakukan peliputan.
Namun, kunjungannya berubah menjadi pengalaman traumatis yang berujung laporan polisi.
Ia bercerita, awalnya mendatangi rumah salah satu ketua RT di Desa Embacang.
Dari situ, ia diajak menuju Balai Desa. Belum lama berada di lokasi, telepon berulang masuk dari kepala desa, Sarnudi, yang menurutnya bernada mengancam.
“Ditelepon dengan nada tidak pantas, ‘sini bae kau… agek kau mati’. Sesampainya di rumahnya, saya langsung dipukuli ramai-ramai,” ujar Suharman saat ditemui di SPKT Polda Sumsel, Kamis (20/11/2025).
BACA JUGA: Kapolsek Turun Gunung! Siswa SMA Negeri 1 Lintang Kanan Ikuti Sosialisasi Anti-Kenakalan Remaja
Ia mengaku dipaksa mengakui maksud kedatangannya.
Bila tidak, ancamannya jelas: dibunuh. Ia menceritakan bagaimana dirinya dibawa menggunakan motor, dipukul, lalu diseret kembali ke desa.






