“Terong ditanam di ember bekas cat. Tak banyak, cukup untuk kebutuhan di rumah saja,” ujarnya.
Perawatan yang dilakukan secara rutin membuahkan hasil. Tanaman terong yang ditanam di dalam ember bekas tumbuh dengan baik, membuktikan bahwa bercocok tanam tidak selalu membutuhkan lahan luas maupun modal besar.
Selain membantu menghemat pengeluaran rumah tangga, berkebun juga memberikan kepuasan tersendiri karena hasil panen dapat dinikmati langsung oleh keluarga.
BACA JUGA: Desa Bandar Aji Jadi Teladan Kemandirian Pangan, Jeruk Kunci dan Terong Bulat Jadi Andalan
Pemanfaatan barang bekas sebagai media tanam sekaligus menjadi langkah sederhana dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih ramah.
Apa yang dilakukan Sumantri diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Empat Lawang, untuk memanfaatkan lahan sempit dan barang bekas sebagai sarana bercocok tanam yang produktif, hemat biaya, dan berkelanjutan.






