Pertemuan dengan Liverpool juga sarat cerita karena Osimhen sempat dikaitkan dengan kepindahan ke Anfield pada bursa transfer musim panas lalu.
Namun, sang striker akhirnya bertahan di Istanbul, dan kini justru akan berhadapan dengan klub yang dulu sempat mengincarnya.
BACA JUGA: Sergio Busquets Pensiun, Cesc Fabregas Bocorkan Rencana Karier Selanjutnya
Duel ini dipastikan akan berlangsung dengan tempo tinggi, mengingat keduanya membutuhkan kemenangan untuk mengamankan posisi di fase grup Liga Champions.
Risiko dan Harapan
Meski ada risiko menurunkan Osimhen yang belum sepenuhnya fit, Buruk menegaskan bahwa keputusan ini perlu diambil demi kepentingan tim.
“Kami mengambil risiko ini karena butuh kontribusinya. Dia pemain besar dan tahu bagaimana menghadapi tekanan. Kami ingin dia bisa memberi dampak meski mungkin tidak penuh 90 menit,” kata Buruk.
Keputusan tersebut tentu penuh perhitungan. Dengan pengalaman dan naluri gol Osimhen, Galatasaray berharap bisa memanfaatkan momen kecil untuk mencetak gol penting melawan Liverpool.
Atmosfer Panas Istanbul
BACA JUGA: Arsenal Rugi Besar, Joan Garcia Kini Bersinar di Barcelona
Tak bisa dipungkiri, salah satu kekuatan terbesar Galatasaray adalah atmosfer kandang mereka.
Stadion penuh sorakan fanatik diprediksi akan menjadi “neraka” bagi Liverpool.
Buruk bahkan menyebut laga ini sebagai momentum untuk menunjukkan kekuatan tim di depan pendukung setia.
“Fokus kami hanya satu, yaitu menang. Besok adalah hari untuk menunjukkan kekuatan kami di kandang, bersama-sama dengan suporter,” ujar Buruk penuh optimisme.
Prediksi Laga: Perang Mental dan Strategi
Duel Galatasaray kontra Liverpool diyakini akan menjadi pertarungan mental.
Dengan Osimhen kemungkinan besar tampil sebagai supersub, peran pemain lain seperti Icardi dan Sane akan semakin vital sejak menit awal.
Liverpool sendiri tentu tidak ingin dipermalukan di Istanbul.
Nama-nama seperti Mohamed Salah, Darwin Nunez, dan Dominik Szoboszlai akan menjadi ujung tombak serangan The Reds.
Pertanyaannya: apakah keberanian Buruk mengambil risiko dengan Osimhen akan terbayar, atau justru menjadi bumerang? (*/red)






