Dalam sambutannya, Herman Deru menegaskan bahwa seluruh proses pengangkatan murni berbasis kinerja dan profesionalitas, tanpa intervensi kepentingan apa pun.
“Sebelas bulan saya menjabat gubernur, saya sangat percaya kepada pejabat yang dikukuhkan. Tidak ada panismen. Semua yang dilantik hari ini adalah reward dan penghargaan,” ujar Deru.
Ia bahkan mengaku secara pribadi hanya mengenal kurang dari 10 persen dari 154 pejabat yang dilantik.
Selebihnya, menurut Deru, dinilai berdasarkan rekam jejak, integritas, dan capaian kerja.
Deru juga menekankan bahwa tidak boleh lagi ada dikotomi jabatan ‘basah’ dan ‘kering’ dalam birokrasi.
Seluruh penilaian, termasuk tambahan penghasilan, harus berbasis pada hasil kerja nyata.
“Yang saya tuntut adalah produk. Setiap pejabat harus punya target. Target itu dilihat dari hasilnya, bukan prosesnya,” tegasnya.
Lebih lanjut, Deru mengingatkan pentingnya disiplin, kepatuhan terhadap aturan, serta sikap positif sebagai fondasi pelayanan publik.
Ia berharap seluruh pejabat yang baru dilantik mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab untuk mendukung percepatan pembangunan Sumatera Selatan.
Pelantikan ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemprov Sumsel tengah membangun birokrasi yang lebih profesional, terukur, dan berorientasi hasil demi pelayanan publik yang semakin berkualitas. (*/red)






