Kondisi terparah disebut berada di wilayah Kecamatan Ulu Musi.
BACA JUGA: Gotong Royong Warga Pajar Bakti Bikin Jalan Desa Jadi Kinclong!
Aspal yang mengelupas dan lubang di beberapa bagian jalan membuat kendaraan harus melaju pelan.
Pengendara roda dua dinilai paling rentan mengalami kecelakaan.
Saat musim hujan, lubang jalan tertutup genangan air sehingga sulit terlihat pengendara.
Kondisi ini semakin meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Warga mengaku akses tersebut merupakan jalur penting penghubung antar kecamatan hingga antar provinsi.
Jalan itu juga digunakan masyarakat untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan.
BACA JUGA: Musdes Meranti Jaya 2026 Bahas Jalan Baru, BLT dan Pangan
Petani memanfaatkan jalur tersebut untuk mengangkut hasil kebun.
Sementara pelajar dan pekerja melintasi jalan itu hampir setiap hari.
Kerusakan jalan dan sempitnya akses dinilai dapat menghambat aktivitas masyarakat.
Warga berharap ada perhatian serius dari pemerintah terkait kondisi tersebut.
Menurut mereka, pembersihan rumput liar harus segera dilakukan agar badan jalan kembali normal.
Perbaikan jalan rusak juga dianggap mendesak.
BACA JUGA: Patroli Sahur Satlantas Jaga Jalan Lintas Empat Lawang Tetap Kondusif
Jika dibiarkan berlarut-larut, kondisi jalan dikhawatirkan semakin membahayakan pengguna jalan, terutama pada malam hari saat jarak pandang terbatas.
Masyarakat berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait segera turun tangan melakukan perawatan jalan demi keselamatan pengguna jalan. (*/red/frz/liz)






