Joncik Antar Langsung Tokoh Besar Sumsel ke Peristirahatan Terakhir

oleh -356 Dilihat
Joncik Muhammad hadiri seluruh prosesi pemakaman Kemas Haji Abdul Halim Ali. Ia menyebut almarhum tokoh multitalenta dengan jasa besar bagi sosial dan keagamaan Sumsel, Jum'at (23/1/2026). Foto: Istimewa

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kontribusi Kemas Haji Abdul Halim Ali melampaui sekat-sekat politik.

Bagi Joncik, sikap almarhum tersebut mencerminkan ketulusan dalam berbuat, tanpa mengharapkan imbalan atau pengakuan.

Joncik juga mengungkapkan kedekatan emosionalnya dengan keluarga almarhum.

Hubungan itu, menurutnya, telah terjalin lama dan penuh rasa kekeluargaan.

Secara khusus, ia menyebut kedekatannya dengan H Umar Halim, salah satu anggota keluarga yang selama ini aktif meneruskan nilai-nilai kebaikan sang tokoh.

BACA JUGA: Bupati Empat Lawang Turut Gaungkan Indonesia Bersinar di Lahat

“Saya sangat dekat dengan keluarga almarhum, terutama H Umar Halim. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, dan perjuangan serta kebaikan almarhum dapat diteruskan oleh anak-anaknya,” kata Joncik.

Bagi Joncik, kehadirannya dalam prosesi pemakaman juga merupakan bentuk tanggung jawab moral sebagai pemimpin daerah.

Ia menilai, menghormati tokoh-tokoh yang telah berjasa merupakan bagian dari menjaga nilai dan sejarah daerah.

Ia berharap, generasi muda Sumatera Selatan dapat meneladani semangat pengabdian Kemas Haji Abdul Halim Ali, terutama dalam hal kepedulian sosial dan keagamaan.

Menurut Joncik, nilai-nilai tersebut semakin penting di tengah tantangan zaman yang terus berubah.

Prosesi pemakaman berlangsung haru, dihadiri tokoh masyarakat, ulama, serta warga dari berbagai daerah.

BACA JUGA: MoU Besar-Besaran di Sumsel! Bupati Joncik Ungkap Langkah Berani Bersihkan Pemerintahan dan Percepat Pembangunan

Doa-doa mengalir sebagai penghormatan terakhir bagi almarhum yang semasa hidupnya dikenal rendah hati dan dermawan.

Kepergian Kemas Haji Abdul Halim Ali meninggalkan jejak mendalam bagi banyak pihak.

Bagi Joncik Muhammad, almarhum bukan hanya tokoh masyarakat, tetapi juga sosok panutan yang telah menunjukkan arti pengabdian tanpa pamrih.

“Semoga Allah SWT menerima seluruh amal kebaikan beliau dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya,” tutup Joncik. (*/red)

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search