Berdasarkan keterangan petugas yang berada di lokasi, absennya petugas keamanan telah berlangsung selama empat hari terakhir.
Namun hingga kini, belum diketahui secara pasti alasan penghentian atau penarikan tenaga security tersebut.
BACA JUGA: Pria Jagoan Prabumulih Diciduk, Bandar Narkoba Dibekuk di Rumah
Tidak ada pula informasi resmi terkait apakah kondisi ini bersifat sementara atau akan berlangsung lebih lama.
Untuk mengisi kekosongan pengamanan, tugas penjagaan sementara dialihkan kepada Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang bertugas di lingkungan Sekretariat DPRD Prabumulih.
Meski demikian, langkah ini dinilai belum optimal karena pengamanan bukan merupakan tugas utama mereka.
Situasi tersebut memunculkan kekhawatiran terkait keamanan aset negara, dokumen penting, serta kenyamanan pegawai dan tamu yang beraktivitas di kantor DPRD.
Tanpa sistem pengamanan yang memadai, potensi risiko keamanan dinilai cukup tinggi.
Apalagi, kantor DPRD sebagai simbol lembaga legislatif daerah seharusnya mendapatkan pengamanan khusus demi menjamin kelancaran tugas dan fungsi pemerintahan.
BACA JUGA: Gerbang Ikon Prabumulih Dibangun Lagi, Akses Kota Ditutup Sementara
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Sekretariat DPRD Kota Prabumulih maupun instansi terkait mengenai penyebab ketiadaan petugas keamanan serta rencana tindak lanjut ke depan. (*/red)






