Pada tahun tersebut, kasus baru tercatat 321 orang, kemudian naik menjadi 639 kasus pada 2022, meningkat lagi menjadi 846 kasus pada 2023, dan mencapai puncaknya pada 2024 dengan 992 kasus.
Tahun 2025 memang menunjukkan penurunan, namun jumlahnya masih lebih tinggi dibandingkan periode 2021–2023.
Kota Palembang menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi sepanjang 2025.
Total kasus di ibu kota provinsi ini mencapai 451 orang, terdiri dari 335 kasus HIV dan 116 kasus AIDS.
Tingginya mobilitas penduduk dan aktivitas sosial disebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi angka tersebut.
BACA JUGA: Empat Lawang Siapkan 40 Ribu Kuota BPJS Kesehatan, Aktif per 1 November
Selain Palembang, sejumlah daerah lain juga mencatatkan angka kasus yang cukup signifikan.
Kota Lubuklinggau berada di urutan berikutnya dengan 75 kasus, disusul Musi Banyuasin (Muba) sebanyak 64 kasus dan OKU Timur dengan 49 kasus.
Wilayah lain seperti Muara Enim mencatat 44 kasus, OKI dan Prabumulih masing-masing 33 kasus, Lahat 31 kasus, Banyuasin 29 kasus, serta Musi Rawas 26 kasus.
Sementara itu, daerah dengan jumlah kasus relatif lebih rendah antara lain OKU, Empat Lawang, Ogan Ilir, OKU Selatan, Pagar Alam, PALI, hingga Muratara.
Dinkes Sumsel terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan HIV/AIDS, termasuk melalui perilaku seksual yang aman, pemeriksaan kesehatan rutin, serta menghindari stigma terhadap penderita.
Upaya deteksi dini dan edukasi dinilai menjadi kunci untuk menekan laju penularan di tahun-tahun mendatang. (*/red)






