Ketubean, Ribuan Warga Turun ke Sungai Musi

oleh -17 Dilihat
oleh
Fenomena Ketubean kembali menghebohkan warga di sepanjang aliran Sungai Musi, Kabupaten Empat Lawang, Selasa (4/8/2026). Foto: dok/LINTANGPOS.com

EMPAT LAWANG, LINTANGPOS.com Fenomena Ketubean kembali menghebohkan masyarakat di sepanjang aliran Sungai Musi, Kabupaten Empat Lawang, Selasa (4/8/2026).

Ribuan warga berbondong-bondong turun ke sungai untuk menangkap ikan yang bermunculan akibat peristiwa tersebut.

Masyarakat dari berbagai kalangan membawa beragam peralatan penangkap ikan, mulai dari tangguk, jaring, jala hingga peralatan sederhana lainnya.

Sebagian warga bahkan menggunakan sampan untuk mencapai bagian sungai yang lebih dalam dan membentangkan jala.

BACA JUGA: Tahun Ajaran Baru Picu Kenaikan Harga Pangan di Empat Lawang

Pantauan di kawasan Jembatan Musi II Tebing Tinggi menunjukkan suasana yang dipenuhi warga.

Anak-anak, orang dewasa hingga para ibu rumah tangga memadati tepian sungai dengan harapan memperoleh ikan dalam jumlah banyak.

Ketubean merupakan fenomena yang dikenal masyarakat setempat ketika air Sungai Musi tercemar kandungan belerang yang diduga mengalir dari kawasan Gunung Dempo.

Kondisi tersebut menyebabkan kadar oksigen di dalam air menurun sehingga banyak ikan mengalami keracunan, lemas, bahkan mati dan mengapung ke permukaan.

BACA JUGA: Sekda Rejang Lebong Sampaikan Tiga Pesan Idul Adha

Meski menjadi ancaman bagi ekosistem sungai, fenomena ini justru dimanfaatkan warga yang tinggal di sepanjang pesisir Sungai Musi.

Ikan yang mengapung atau dalam kondisi lemah menjadi lebih mudah ditangkap, sehingga Ketubean kerap dianggap sebagai “musim panen ikan” oleh masyarakat setempat.

Hingga Selasa sore, aktivitas warga menangkap ikan masih berlangsung.

Belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai tingkat pencemaran air maupun dampak lingkungan yang ditimbulkan akibat fenomena Ketubean tahun ini. (*/red)

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search