Musyawarah APBDes 2026 Desa Sungai Jernih Tetapkan Program Prioritas

oleh -293 Dilihat
oleh
Pemdes Sungai Jernih menetapkan prioritas APBDes 2026, mulai pembangunan JUT, BLT 4 KPM, hingga program ketahanan pangan. (*/darul)

KEPAHIANG, LINTANGPOS.com — Pemerintah Desa Sungai Jernih, Kecamatan Seberang Musi, Kabupaten Kepahiang, menggelar musyawarah prapelaksanaan kegiatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2026 di balai desa, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Desa Sungai Jernih, Sugiharto, beserta perangkat desa.

Turut hadir Camat Seberang Musi Darul Kutni, SE, beserta staf, perwakilan kepolisian, tenaga ahli pendamping desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, serta warga setempat.

Dalam musyawarah desa tersebut, pemerintah desa bersama masyarakat menyepakati sejumlah program prioritas yang akan dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2026.

Di sektor pembangunan fisik, pemerintah desa akan membangun Jalan Usaha Tani (JUT) rabat beton yang dijadwalkan mulai dikerjakan dalam beberapa hari ke depan.

Selain itu, pemerintah desa juga menetapkan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi 4 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

BACA JUGA: APBDes 2026 Sukasari Fokus Jalan Beton, BLT dan Jagung Pakan

Bantuan tersebut akan dibayarkan selama lima bulan, terhitung sejak Januari hingga Mei 2026, sebesar Rp300 ribu per bulan untuk setiap penerima.

Pada sektor ketahanan pangan, Desa Sungai Jernih juga mengalokasikan anggaran sekitar Rp35 juta yang nantinya akan dikelola langsung oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Kepala Desa Sungai Jernih, Sugiharto, menjelaskan bahwa jumlah penerima BLT tahun ini mengalami pengurangan akibat keterbatasan anggaran.

“Jumlah penerima BLT tahun ini berkurang drastis dari sebelumnya 39 KPM menjadi hanya 4 KPM. Hal ini disebabkan adanya kebijakan efisiensi anggaran sehingga pemerintah desa harus menyesuaikan program sesuai kebutuhan prioritas masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, penerima BLT yang tersisa merupakan warga yang masuk kategori miskin ekstrem, terutama kalangan lanjut usia (lansia).

“Penerima BLT sebanyak 4 orang tersebut khusus bagi warga yang masuk kategori miskin ekstrem, terutama para lansia,” tutupnya. (*/drl)

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search