Kahn menganggap perdebatan itu sehat, tapi mengingatkan bahwa waktu untuk bertindak semakin sempit.
Kane Ikut Menyoroti Perbedaan Liga
Bukan hanya Kahn, Harry Kane — striker Bayern yang datang dari Tottenham — juga menyoroti perbedaan antara Premier League dan Bundesliga.
BACA JUGA: Klub Legendaris Portugal Terancam Didepak dari Liga Regional
Menurut kapten timnas Inggris itu, gaya bermain di Jerman lebih terbuka dan ofensif, tapi secara organisasi dan komersial, Premier League jauh lebih matang.
“Atmosfer Bundesliga luar biasa, tapi Premier League punya jangkauan global yang tak tertandingi,” ujar Kane.
Pernyataan Kane sejalan dengan kekhawatiran Kahn bahwa Bundesliga mulai kehilangan daya tarik internasional dan kesulitan menarik pemain top dunia.
Dari Kejayaan ke Ketertinggalan
Dalam satu dekade terakhir, hanya Bayern Munich (2020) dan Eintracht Frankfurt (2022) yang mampu menjuarai kompetisi Eropa. Sementara itu, klub-klub Inggris dan Spanyol terus mendominasi.
Kini, menurut peringkat lima tahun UEFA, Bundesliga bahkan turun ke posisi keempat di bawah Premier League, Serie A, dan La Liga — sebuah sinyal bahwa sepak bola Jerman sedang menghadapi krisis daya saing.
BACA JUGA: Van Dijk Fokus Bawa Liverpool Raih Liga Inggris dan Liga Champions Musim Ini
Peringatan Oliver Kahn adalah alarm keras bagi sistem sepak bola Jerman. Liga yang selama ini dikenal dengan efisiensi, kedisiplinan, dan semangat komunitas kini dituntut untuk berpikir lebih terbuka dan strategis.






