Ringkasan Berita:
° OnePlus 15R hadir dengan baterai super awet dan performa kencang, namun harganya justru mendekati flagship.
° Di sinilah masalahnya: identitas ponsel “value for money” khas seri R mulai memudar dan membuat penggemar berpikir ulang.
JAKARTA, LINTANGPOS.com – Akhir tahun selalu menjadi momen refleksi bagi para pengamat teknologi. Daftar ponsel terbaik, paling inovatif, hingga yang paling mengecewakan mulai disusun.
Di tengah banyaknya kandidat smartphone menarik sepanjang 12 bulan terakhir, satu nama justru mencuat sebagai kejutan yang tidak menyenangkan: OnePlus 15R.
Mengejutkan karena di atas kertas, OnePlus 15R bukan ponsel sembarangan.
Bahkan, dalam ulasan awal, perangkat ini dipuji karena kemiripannya dengan flagship OnePlus 15. Mulai dari desain, performa, hingga daya tahan baterai, semuanya tampak solid.
Dalam pengujian khusus, baterai OnePlus 15R mampu bertahan hampir 22 jam, menjadikannya salah satu ponsel dengan baterai terbaik saat ini.
Namun, di balik semua kelebihan itu, ada satu faktor krusial yang justru menjadi sumber kekecewaan terbesar: harga.
Harga yang Terlalu Dekat dengan Flagship
OnePlus 15R dibanderol mulai US$699. Angka ini hanya terpaut sekitar US$100 dari ponsel flagship papan atas seperti Galaxy S25, Pixel 10, dan iPhone 17.
Masalahnya, ketiga ponsel tersebut jelas menawarkan fitur yang lebih lengkap, mulai dari sistem kamera kelas atas hingga dukungan software dan AI yang lebih matang.
Bahkan dengan potongan trade-in sebesar US$50, harga OnePlus 15R tetap berada di kisaran US$649. Bandingkan dengan Pixel 9a yang dijual sekitar US$499 atau iPhone 16e di angka US$599.
Meski keduanya memiliki keterbatasan, mereka unggul di sektor kamera, ekosistem, dan dukungan pembaruan jangka panjang.
Inilah dilema OnePlus 15R: tidak cukup murah untuk disebut midrange terbaik, dan tidak cukup lengkap untuk menantang flagship sejati.
BACA JUGA: Bocoran Kamera Galaxy Z Fold 8 Menggemparkan! Samsung Siap Menyalip iPhone Lipat Apple?
Tren Harga Seri R yang Mengkhawatirkan
Jika ditarik ke belakang, seri R justru dikenal sebagai “jalan tengah” yang cerdas. OnePlus 12R, misalnya, debut dengan harga US$499 dan menawarkan spesifikasi yang sangat mendekati flagship.
Saat OnePlus 13R naik menjadi US$599, kenaikan itu masih bisa dimaklumi karena kapasitas penyimpanan yang lebih besar.
Namun, OnePlus 15R kembali naik US$100 tanpa lonjakan fitur yang benar-benar terasa signifikan.
Ini menandai perubahan arah strategi OnePlus yang cukup berisiko: meninggalkan identitas value-for-money yang selama ini menjadi daya tarik utama.
Spesifikasi Tinggi, Tapi Ada yang Hilang
BACA JUGA: Baterai Monster, Harga Lebih Masuk Akal! OnePlus 15R Datang Diam-Diam Tapi Menggoda
Dari sisi performa, OnePlus 15R jelas bukan ponsel lemah.
Snapdragon 8 Gen 5 yang digunakan memang berada satu tingkat di bawah versi Elite, tetapi tetap sangat kencang untuk gaming dan multitasking berat.
Layarnya bahkan mendukung refresh rate adaptif hingga 165Hz, fitur yang jarang ditemukan di kelas harga ini.
Desainnya tahan air dan debu hingga IP69K, pengisian daya kabel 80W super cepat, serta OxygenOS berbasis Android 16 yang tetap mulus dan ringan.
Namun, di sinilah kompromi mulai terasa. Lensa telefoto dihilangkan, padahal harganya lebih mahal dari pendahulunya.
Wireless charging juga absen, fitur yang mulai dianggap standar di kelas premium.
BACA JUGA: Huawei Mate 70 Air Muncul Diam-Diam, Tipisnya Bikin iPhone Air Terancam?
Ditambah lagi, dukungan pembaruan software OnePlus masih kalah dibanding Samsung dan Google.
Kekurangan seperti ini mungkin bisa dimaafkan jika harga berada di kisaran US$500.
Tapi dengan banderol mendekati flagship, absennya fitur-fitur tersebut terasa semakin mencolok.
Baterai Masih Jadi Penyelamat
Jika ada satu hal yang benar-benar membuat OnePlus 15R tetap relevan, jawabannya adalah baterai.
Kapasitas 7.400 mAh dipadukan dengan efisiensi chipset membuat ponsel ini sanggup menemani pengguna seharian penuh, bahkan untuk penggunaan berat seperti gaming.
BACA JUGA: iPhone Fold Siap Mengguncang Pasar Ponsel Lipat dengan Teknologi yang Bikin Samsung Ketar-Ketir
Tak heran jika OnePlus 15R masih menarik bagi gamer mobile yang mengutamakan performa stabil dan daya tahan ekstra.
Layar cepat dan baterai besar menjadi kombinasi ideal untuk segmen tersebut.
Akhir dari Pesona Seri R?
OnePlus 15R bukan ponsel yang buruk. Dengan performa, layar, dan baterai yang kuat, perangkat ini tetap layak mendapatkan penilaian tinggi.
Namun, kekecewaannya bersifat emosional sekaligus strategis.
Dalam upaya menjadi “flagship versi ringan”, OnePlus justru mengorbankan ciri khas seri R sebagai alternatif cerdas dan terjangkau.
BACA JUGA: Xiaomi Nekat Lompat ke Seri 20, Tinggalkan Angka 19 demi Menantang iPhone Ultah ke-20?
Hasilnya adalah ponsel yang terasa kehilangan identitas.
Bagi penggemar lama, OnePlus 15R mungkin menandai akhir dari era ketika seri R menjadi rekomendasi aman bagi siapa saja yang ingin ponsel kencang tanpa harus membayar mahal.
Dan itulah yang membuat kekecewaan ini terasa begitu sulit diterima. (*/red)






