Penantian Panjang Berakhir, Pembangunan Pelabuhan Baru Palembang Resmi Dimulai

oleh -483 Dilihat
oleh
Setelah enam periode penantian, proyek Pelabuhan Baru Palembang di Tanjung Carat resmi dimulai. Pemerintah menargetkan rampung tahun 2029 untuk dongkrak ekonomi Sumsel, Jum'at (31/10/2025). Foto: dok/sumselprov.go.id

Ringkasan Berita:
° Pembangunan Pelabuhan Baru Palembang (New Port Tanjung Carat) resmi dimulai setelah enam periode penantian.

° Penandatanganan MoU dan serah terima lahan dilakukan pada 31 Oktober 2025.

° Menhub Dudy Purwagandhi menargetkan pelabuhan ini beroperasi pada 2029 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Sumsel hingga 8%.

° Pemerintah juga berencana menjadikan Tanjung Carat sebagai KEK yang terhubung dengan tol dan rel kereta.

° Pemprov Sumsel menyerahkan lahan 250.000 m² sebagai bentuk dukungan penuh terhadap proyek ini.

Palembang, LintangPos.com — Penantian panjang selama enam periode pemerintahan Gubernur Sumatera Selatan akhirnya berbuah manis.

Proyek pembangunan Pelabuhan Baru Palembang (Palembang New Port atau New Port Tanjung Carat) resmi memasuki babak baru setelah dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan serah terima lahan antara Pemerintah Provinsi Sumsel dan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

Acara bersejarah yang digelar di Palembang pada Jumat (31/10/2025) ini menandai langkah nyata menuju pembangunan pelabuhan samudra yang akan menggantikan peran Pelabuhan Boom Baru di pusat kota.

Komitmen Pemerintah Pusat

Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa proyek ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah pusat dalam memperkuat konektivitas dan memperlancar arus logistik di wilayah Sumsel.

“Ini bukan sekadar seremonial, tetapi langkah awal yang konkret. Setelah ini akan langsung dilanjutkan dengan proses groundbreaking,” ujar Menhub.

BACA JUGA: Gubernur Sumsel Keluhkan Infrastruktur Minim, Produksi Padi Terhambat

Ia menambahkan, pemerintah menargetkan Pelabuhan Tanjung Carat dapat beroperasi pada tahun 2029, dan diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan hingga 8%.

Dukungan dari Kementerian Investasi

Turut hadir Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi RI Todotua Pasaribu, yang menyebut momen ini sebagai tonggak sejarah bagi Sumatera Selatan.

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search