Penantian Panjang Berakhir, Pembangunan Pelabuhan Baru Palembang Resmi Dimulai

oleh -116 Dilihat
oleh
Setelah enam periode penantian, proyek Pelabuhan Baru Palembang di Tanjung Carat resmi dimulai. Pemerintah menargetkan rampung tahun 2029 untuk dongkrak ekonomi Sumsel, Jum'at (31/10/2025). Foto: dok/sumselprov.go.id

Ringkasan Berita:
° Pembangunan Pelabuhan Baru Palembang (New Port Tanjung Carat) resmi dimulai setelah enam periode penantian.

° Penandatanganan MoU dan serah terima lahan dilakukan pada 31 Oktober 2025.

° Menhub Dudy Purwagandhi menargetkan pelabuhan ini beroperasi pada 2029 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Sumsel hingga 8%.

° Pemerintah juga berencana menjadikan Tanjung Carat sebagai KEK yang terhubung dengan tol dan rel kereta.

° Pemprov Sumsel menyerahkan lahan 250.000 m² sebagai bentuk dukungan penuh terhadap proyek ini.

Palembang, LintangPos.com — Penantian panjang selama enam periode pemerintahan Gubernur Sumatera Selatan akhirnya berbuah manis.

Proyek pembangunan Pelabuhan Baru Palembang (Palembang New Port atau New Port Tanjung Carat) resmi memasuki babak baru setelah dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan serah terima lahan antara Pemerintah Provinsi Sumsel dan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

Acara bersejarah yang digelar di Palembang pada Jumat (31/10/2025) ini menandai langkah nyata menuju pembangunan pelabuhan samudra yang akan menggantikan peran Pelabuhan Boom Baru di pusat kota.

Komitmen Pemerintah Pusat

Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa proyek ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah pusat dalam memperkuat konektivitas dan memperlancar arus logistik di wilayah Sumsel.

“Ini bukan sekadar seremonial, tetapi langkah awal yang konkret. Setelah ini akan langsung dilanjutkan dengan proses groundbreaking,” ujar Menhub.

BACA JUGA: Gubernur Sumsel Keluhkan Infrastruktur Minim, Produksi Padi Terhambat

Ia menambahkan, pemerintah menargetkan Pelabuhan Tanjung Carat dapat beroperasi pada tahun 2029, dan diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan hingga 8%.

Dukungan dari Kementerian Investasi

Turut hadir Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi RI Todotua Pasaribu, yang menyebut momen ini sebagai tonggak sejarah bagi Sumatera Selatan.

Menurutnya, pelabuhan ini akan menjadi pusat perdagangan strategis di wilayah Sumatera bagian selatan (Sumbagsel).

“Pelabuhan ini akan menjadi hub perdagangan dan konsolidasi bagi seluruh hasil hilirisasi sumber daya alam di Sumsel—mulai dari batu bara, gas, karet, kopi, hingga produk lainnya,” ungkap Todotua.

Ia juga memaparkan rencana pemerintah untuk menjadikan kawasan Tanjung Carat sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dengan dukungan akses langsung dari jalan tol dan jalur kereta api logistik.

BACA JUGA: Perum BULOG dan Pemkab Muara Enim Tandatangani MoU Pembangunan Infrastruktur Pascapanen

Dukungan Penuh Pemprov Sumsel

Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menyampaikan rasa syukur atas realisasi proyek besar yang telah dinantikan selama puluhan tahun tersebut.

Ia menilai, pelabuhan baru ini adalah solusi atas berbagai persoalan di Pelabuhan Boom Baru, seperti sedimentasi, kemacetan, dan kecelakaan lalu lintas akibat truk besar yang melintasi pusat kota.

“Pelabuhan Boom Baru dibangun sejak 1908. Kini saatnya kita melangkah ke era baru dengan pelabuhan samudra yang lebih modern dan aman,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemprov Sumsel menyerahkan lahan seluas 250.000 meter persegi untuk pembangunan proyek ini.

Gubernur berharap percepatan pembangunan dapat segera dilakukan agar Sumsel mampu mempercepat pertumbuhan ekonominya yang kini berada di angka 5,42%.

BACA JUGA: Gubernur Sumsel Keluhkan Infrastruktur Minim, Produksi Padi Terhambat

Pelabuhan Tanjung Carat nantinya akan terintegrasi dengan jalur tol dan kereta api, menjadikannya simpul logistik utama yang memperkuat posisi Sumatera Selatan sebagai provinsi maritim dengan sembilan sungai besar yang bermuara di Sungai Musi. (*/red)

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search