Ratusan Layangan Hiasi Langit Muara Enim! Festival Spektakuler Warnai HUT ke-79, Peserta Adu Kreativitas & Ketangkasan

oleh -499 Dilihat
Festival Layang-layang 2025 di Muara Enim hadirkan ratusan peserta Sumsel, memeriahkan HUT ke-79 serta mengangkat kembali tradisi layangan yang mulai dilupakan, Minggu (16/11/2025). Foto: Istimewa

Ia adalah olahraga tradisional yang menuntut ketangkasan, pemahaman arah angin, dan kreativitas tanpa batas.

BACA JUG: PKK Empat Lawang Borong Penghargaan di Festival Rempah Sumsel 2025, Pala Jadi Sorotan Gubernur!

“Layang-layang sudah menjadi bagian dari budaya kita. Melalui festival ini, kami ingin kembali menyalakan memori sekaligus menjaga warisan itu tetap hidup,” ujarnya.

Festival ini memang dirancang bukan cuma untuk bertanding, tetapi juga untuk berkreasi.

Peserta diberi ruang untuk memamerkan desain-desain unik, baik dari bentuk, motif, hingga permainan warna yang memanjakan mata.

Lebih jauh, kegiatan ini menjadi titik temu berbagai komunitas, memperkuat silaturahmi dan kebersamaan dalam suasana kompetitif yang tetap suportif.

Sekretaris Dispora Muara Enim, Deni Ferdian, menambahkan bahwa ada tiga kategori yang diperlombakan: Layangan Aduan, Layangan Tradisional, dan Layangan 2 Dimensi.

“Kami siapkan trophy, piagam, dan uang pembinaan untuk tiga peserta terbaik di setiap kategori,” jelasnya.

BACA JUGA: Wow! Peserta Sriwijaya Ranau Gran Fondo 2025 Tembus 1.600 — Homestay di OKU Selatan Ludes Dipesan!

Namun yang lebih penting dari sekadar gelar juara adalah misi kultural yang dibawa festival ini. Pemerintah Kabupaten Muara Enim berharap generasi muda kembali mengenal permainan tradisional yang perlahan tergeser oleh gawai.

Melalui kompetisi sehat dan kebersamaan, festival ini diharapkan menanamkan kebanggaan terhadap tradisi sendiri.

“Mari kita jaga sportivitas. Menang atau kalah itu biasa. Yang terpenting semangatnya,” pesan Juli kepada seluruh peserta dan juri.

Seiring hembusan angin yang membawa layangan melambung tinggi, Festival Layang-layang 2025 bukan hanya merayakan hari jadi daerah—tetapi juga menerbangkan harapan agar tradisi klasik ini tetap hidup di hati masyarakat Muara Enim dan generasi yang akan datang. (*/red)

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search