Bocoran menunjukkan adanya tantangan besar pada chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5, yang mengalami masalah panas berlebih dan efisiensi daya rendah.
Hal ini membuat Samsung mempertimbangkan kembali opsi menggunakan chip Exynos di beberapa pasar, mengingat pengalaman buruk perusahaan pada era Galaxy Note 7 yang membuat mereka berhati-hati terhadap isu termal dan kapasitas baterai di atas 5.000 mAh.
Selain masalah teknis, kenaikan biaya komponen juga menghantui.
Menurut laporan ET News, harga prosesor dan RAM meningkat hingga 16%, yang bisa memicu kenaikan harga jual seri Galaxy S26, terutama untuk varian Ultra.
Kasus serupa terjadi pada Galaxy S24 Ultra tahun 2024, yang naik hingga USD 100.
BACA JUGA: Deretan HP Poco Rp1 Jutaan Terbaru 2025, Tawarkan RAM 8GB dan Layar Cepat
Meski begitu, kenaikan ini kemungkinan hanya terjadi di pasar tertentu seperti Korea Selatan.
Di sisi lain, Samsung tetap optimistis dengan target penjualan 24 juta unit Galaxy S26 di tahun pertama perilisannya.
Seri ini juga akan debut dengan panel OLED M14 terbaru yang diklaim lebih tipis, hemat energi, dan mampu mencapai kecerahan hingga 3.000 nits.
Dari sisi perangkat lunak, Galaxy S26 Ultra diharapkan membawa One UI 8 berbasis Android 16 dengan integrasi AI lebih canggih, berkat kerja sama erat dengan Google Gemini.
Meski masih sebatas bocoran, rangkaian informasi ini menunjukkan bahwa Samsung tengah menyiapkan flagship paling ambisius untuk tahun 2026 — sebuah paduan antara inovasi desain, kecerdasan buatan, dan strategi pasar yang berani. (*/red)






