Ringkasan Berita:
° Samsung Galaxy Z TriFold memakai panel sentuh dan sensor sidik jari tercanggih dari Goodix.
° Teknologi ini mampu mengenali berbagai posisi lipatan, menahan noise layar besar 10 inci, dan menyisipkan sensor super-tipis 1,65 mm ke rangka 4 mm.
JAKARTA, LINTANGPOS.com – Samsung kembali mengguncang dunia gadget lewat Galaxy Z TriFold, ponsel tiga lipatan pertama mereka yang terasa seperti perangkat masa depan yang akhirnya mendarat ke tangan manusia biasa.
Tapi rupanya, kejutan terbesarnya bukan hanya tampilannya yang bisa berubah-ubah seperti origami digital—melainkan teknologi sentuhan dan identifikasi biometriknya yang diam-diam “gila canggih”.
Di balik layar 10 inci yang bisa mengembang dan mengempis itu, Goodix—perusahaan spesialis sensor sidik jari dan panel sentuh—mengumumkan bahwa merekalah otak di balik teknologi input TriFold.
Mereka membuatkan Samsung solusi panel sentuh yang sifatnya benar-benar khusus, bukan “ambil stok dari gudang”.
Panel sentuh ini punya driving capability tinggi dan ketahanan ekstrem terhadap noise yang biasanya bikin layar besar error atau “nyangkut” saat disentuh.
Goodix menjejalkan arsitektur sampling custom serta algoritma penekan noise untuk menjaga rasio sinyal-ke-noise tetap tinggi.
BACA JUGA: Samsung Tak Terkalahkan! 7 Alasan Mengapa Raksasa Korea Ini Masih Menguasai Android
Hasilnya? Layar raksasa itu tetap responsif, bahkan saat ponsel sedang bergerak di berbagai mode.
Yang lebih menarik, panel ini menggunakan algoritma form-adaptive touch—teknologi yang bisa membaca apakah TriFold sedang dilipat, setengah terbuka, atau dibentangkan penuh.
Perubahan posisi itu memengaruhi cara pengguna menyentuh layar, dan sistem ini belajar mengenalinya untuk mencegah salah sentuh atau ghost touch.
Tidak berhenti di situ, Goodix juga merilis sensor sidik jari yang disebut-sebut sebagai yang tertipis di industri: hanya 1,65 mm.
Saking tipisnya, sensor ini bisa masuk ke rangka TriFold yang cuma 4 mm—sesuatu yang sebelumnya terdengar seperti misi mustahil untuk perangkat lipat tiga bagian.
Dengan kombinasi itu, TriFold bukan hanya ponsel yang bisa berubah bentuk, tapi perangkat yang paham bagaimana kita menyentuh dan memegangnya.
BACA JUGA: Bocor! Samsung Siapkan Charger Magnetik 25W, Galaxy S26 Ultra Ternyata Paling Kencang!
Bukan sekadar adaptif—hampir terasa seperti ia membaca gerak tubuh kita.
Samsung mungkin memimpin parade ponsel masa depan, tapi Goodix-lah yang diam-diam memasang mesin canggih di balik layar (secara harfiah).
Dan jika teknologi seperti ini terus berkembang, mungkin saja smartphone beberapa tahun lagi akan lebih peka dari teman sendiri. (*/red)






