Sirine Zaman Belanda Bangun Lagi! Palembang Hidupkan Alarm Kota di Malam Tahun Baru

oleh -110 Dilihat
Sirine bersejarah di Gedung Toren Palembang akan kembali berbunyi saat Tahun Baru. Kini fungsinya diperluas sebagai sistem peringatan dini bencana. Foto: dok/IST

Ringkasan Berita:

° Pemkot Palembang akan mengaktifkan kembali sirine bersejarah di Gedung Toren pada malam Tahun Baru.

° Tak sekadar nostalgia, sirine peninggalan Belanda ini ditingkatkan fungsinya sebagai sistem peringatan dini banjir dan bencana alam demi kesiapsiagaan warga.


PALEMBANG, LINTANGPOS.com – Palembang bersiap menyambut Tahun Baru dengan cara yang tak biasa.

Bukan hanya pesta kembang api atau hitung mundur pergantian tahun, tetapi juga dengan kembalinya suara sirine bersejarah yang selama puluhan tahun menjadi saksi perjalanan kota.

Pemerintah Kota Palembang memastikan akan menghidupkan kembali sirine yang berada di Kantor Wali Kota Palembang, tepatnya di Gedung Toren atau Menara Air, pada malam 31 Desember mendatang.

Sirine ini bukan sekadar alat bunyi, melainkan bagian dari identitas kota yang lahir sejak masa kolonial Belanda.

Wali Kota Palembang Ratu Dewa menegaskan, sirine tersebut memiliki nilai historis yang kuat dan tak terpisahkan dari Gedung Toren sebagai bangunan cagar budaya.

Dahulu, bunyi sirine menjadi penanda waktu istirahat dan pulang kerja pegawai.

BACA JUGA: Drama Mangga Jatuh Berujung Pengeroyokan! Pasutri di Palembang Saling Lapor ke Polisi

Bahkan saat Ramadan, sirine difungsikan sebagai penanda waktu imsak dan berbuka puasa.

“Sirine ini memang sudah ada sejak lama dan memiliki sejarah unik. Karena itu, akan kita aktifkan lagi,” ujar Ratu Dewa, Sabtu (13/12/2025).

Namun, kebangkitan sirine ini tidak berhenti pada romantisme masa lalu. Di era modern, Pemkot Palembang menyiapkan peran baru yang jauh lebih krusial.

Sirine akan ditingkatkan fungsinya sebagai Sistem Peringatan Dini atau Early Warning System untuk bencana alam, terutama banjir yang kerap mengancam kota pempek tersebut.

“Bukan itu saja, sirine ini juga bisa menjadi penanda bencana. Misalnya banjir, sehingga masyarakat waspada terhadap cuaca dan kondisi,” lanjut Dewa.

Saat ini, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Palembang tengah melakukan uji coba intensif.

BACA JUGA: Jakabaring Ditutup! Ribuan Jamaah Padati Sholawat Akbar Bersama Habib Syech, Kota Palembang Bersiap Macet Total

Kepala DPKP Palembang, Kemas Haikal, menyebutkan bahwa pengujian teknis sedang berjalan dan ditargetkan siap digunakan pada malam Tahun Baru.

“Sekarang kita masih uji coba. Insya Allah akan diaktifkan mulai malam tahun baru nanti,” katanya.

Untuk menghindari kebingungan di tengah masyarakat, Pemkot juga akan menyusun Peraturan Wali Kota (Perwali) khusus. Aturan ini akan mengatur pola dan jenis bunyi sirine, sehingga warga dapat membedakan mana sirine penanda bahaya dan mana yang bersifat informatif.

“Mungkin akan ada perbedaan bunyi jika sirine sebagai tanda bahaya atau penanda waktu kerja,” jelas Haikal.

Kembalinya bunyi sirine Gedung Toren diharapkan menjadi lebih dari sekadar nostalgia.

Ia menjadi simbol pertautan masa lalu dan masa depan—mengingatkan warga akan sejarah kota, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan Palembang menghadapi tantangan cuaca dan bencana di masa mendatang. (*/red)