Sumsel Siap Jadi Episentrum Investasi Hijau dan Inklusif Indonesia

oleh -1434 Dilihat
oleh
Ketua Apindo Sumatera Selatan, Sumarjono Saragih. Foto: dok/IST

Melalui inisiatif South Sumatera Sustainable Coffee Initiative (SoCOFI), APINDO bersama pemerintah daerah, lembaga internasional, dan pelaku usaha berupaya membangun ekosistem kopi yang berkelanjutan.

“Petani kopi tidak boleh hanya menjadi penonton. Mereka harus menjadi pelaku utama yang menikmati hasil dari jerih payahnya sendiri,” tegas Sumarjono.

BACA JUGA: KOPI Empat Lawang 2025, Inovasi OPD Demi Pelayanan Publik Lebih Baik

Untuk memperkuat posisi tersebut, APINDO tengah menyiapkan forum multipihak bertajuk InaCOF 2026, yang akan mempertemukan petani, eksportir, pelaku industri, kafe, hingga pembeli internasional.

Forum ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan kopi Sumsel yang selama ini tertinggal dari provinsi tetangga seperti Lampung.

Kolaborasi Global Menuju Transisi Hijau

Dalam rangka memperkuat ekonomi hijau berbasis masyarakat, APINDO Sumsel juga telah menjalin kerja sama dengan lembaga internasional seperti GIZ dan ILO melalui program Just Transition.

Inisiatif ini bertujuan menciptakan lapangan kerja baru sekaligus meningkatkan daya saing komoditas lokal Sumsel di pasar global.

“Investasi yang baik bukan hanya menumbuhkan pabrik, tapi juga menumbuhkan manusia di sekitarnya,” ujar Sumarjono.

BACA JUGA: Musim Hujan di Sumsel Tekan Produksi Kopi, Harga Petani Justru Naik

UMKM Naik Kelas dan Peluang Rp3 Triliun di Sektor Kopi

Selain sektor kopi, APINDO juga fokus pada penguatan UMKM agar dapat naik kelas. Menurut Sumarjono, UMKM adalah motor utama penciptaan lapangan kerja, terutama di sektor pertanian dan industri olahan.

Ia menyoroti program pembibitan kopi nasional dari Kementerian Pertanian tahun 2026, senilai Rp3 triliun dari total anggaran Rp40 triliun, sebagai peluang emas bagi pelaku usaha di Sumsel.

Gotong Royong untuk Ekonomi Berkelanjutan

Sumarjono menutup pesannya dengan ajakan kolaboratif. Ia menilai Sumsel sudah memiliki semua modal untuk bangkit—mulai dari sumber daya alam melimpah, potensi manusia unggul, hingga semangat gotong royong.

“Mari kita menyalakan lilin perubahan bersama. Sumatera Selatan punya semua modal. Tinggal bagaimana kita bergerak cepat dan kompak,” pungkasnya. (*/red)

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search