BACA JUGA: Sekda Sumsel Tekankan Pentingnya Respons Cepat Aduan Masyarakat Lewat SP4N-LAPOR!
Herman Deru mendorong asosiasi peternak untuk bekerja sama dan memiliki target jelas dalam meningkatkan kualitas telur sebagai salah satu sumber nutrisi penting.
Wakil Bupati Banyuasin, Neta Indian, mengapresiasi program ini.
Ia menyampaikan bahwa Banyuasin menghasilkan sekitar 400 ton telur per bulan, yang sebagian besar telah disuplai ke berbagai daerah di Sumsel dan bahkan ke Jawa Barat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumsel, Ruzuan Effendi, menambahkan bahwa Banyuasin adalah sentra penghasil ayam petelur terbesar di provinsi itu.
Saat ini, 17 dari 70 peternak di Banyuasin telah mengantongi sertifikat NKV. Pemerintah menargetkan seluruh peternak di Banyuasin akan memiliki sertifikat ini dalam satu bulan ke depan.
Program ini menjadi strategi pemerintah untuk meningkatkan kualitas peternakan lokal, dengan harapan bisa menembus pasar global di masa depan. (*/red)






