Truk Alat Berat Lewat Tengah Malam, Jembatan Vital Antar Desa di Ogan Ilir Ambruk Seketika

oleh -518 Dilihat
oleh
Jembatan antar desa di Ogan Ilir roboh setelah dilintasi truk alat berat. Warga terpaksa memutar jauh dan berharap perbaikan cepat dari pemerintah, Jum'at (12/12/2025). Foto: Istimewa

“Kalau kendaraan berat lewat, jelas sangat berisiko. Jembatan ini memang tidak dirancang untuk itu,” ujarnya.

Selama ini, jembatan tersebut menjadi urat nadi aktivitas warga.

Selain sebagai jalur penghubung dua desa, jembatan itu juga memperlancar distribusi hasil pertanian dan aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari.

Pascaroboh, warga harus memutar melalui jalur alternatif yang jaraknya jauh lebih panjang.

“Sekarang kalau mau ke desa sebelah harus cari jalan lain. Jaraknya lebih jauh dan tentu makan waktu. Ini sangat menyulitkan, apalagi bagi warga yang tiap hari bolak-balik untuk bekerja atau berdagang,” sambung Ridho.

BACA JUGA: Detik-Detik Jembatan Kelekar Ambruk, Warga Panik Polisi Nyaris Terbawa Arus!

Proses evakuasi truk dan muatan alat berat juga membuat situasi semakin rumit.

Selama evakuasi berlangsung, akses benar-benar ditutup demi keselamatan. Warga pun terpaksa menyesuaikan aktivitas mereka.

Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan perbaikan.

Mereka menilai peristiwa ini harus menjadi pelajaran penting agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

“Harus ada pembatasan tegas. Dipasang palang atau rambu di kedua sisi jembatan supaya kendaraan bertonase besar tidak bisa masuk,” tegas Ridho.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Ogan Ilir, AKP Herman Ansori, membenarkan kejadian tersebut.

BACA JUGA: Ngeri! Jembatan Gantung di Mura Hampir Ambruk, Polisi Turun Tangan Selamatkan Warga

Pihak kepolisian langsung melakukan pengamanan di lokasi dan mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kecelakaan lanjutan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati lokasi jembatan yang roboh demi keselamatan, terutama selama proses evakuasi masih berlangsung,” ujar Herman.

Ia menambahkan, kehadiran petugas di lapangan juga bertujuan mencegah kemacetan serta memastikan situasi tetap kondusif.

Peristiwa robohnya jembatan ini menjadi pengingat bahwa infrastruktur desa memiliki batas kemampuan.

Tanpa pengawasan dan pembatasan yang jelas, risiko kecelakaan bisa mengancam kapan saja—dan dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat luas. (*/red)

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search