“Jangan lupa kasih sayang orang tua kepada kalian. Hormat dan sayangilah orang tua, serta hormati ustadz dan ustadzah yang telah memberikan ilmu kepada kita semua,” pesannya.
Gubernur berharap kemampuan membaca Alquran yang diperoleh para santri tidak berhenti setelah prosesi wisuda.
Pengetahuan tersebut harus terus dikembangkan, dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Ketua Umum BKPRMI Sumatera Selatan Ustadz Firdaus, S.H., menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Gubernur Herman Deru terhadap perkembangan pendidikan Alquran di Sumsel.
Menurut Firdaus, dukungan pemerintah menjadi salah satu faktor penting untuk memperkuat gerakan pemberantasan buta aksara Alquran, terutama di kalangan generasi muda.
Tasyakuran dan Wisuda Akbar tersebut juga dirangkai dengan pemberian penghargaan kepada sejumlah santri berprestasi.
Penghargaan diberikan kepada santri dari Palembang, OKU Timur dan Muara Enim yang menunjukkan prestasi dalam pendidikan Alquran.
BACA JUGA: Cak Imin Lantik Pengurus PKB, Saiful Zahri Pimpin DPC Empat Lawang
Kegiatan itu turut dihadiri Bupati OKU Timur H. Lanosin, Bupati OKI Muchendi Mahzarekki, Wakil Bupati Banyuasin Netta Indrian, Kakanwil Kemenag Sumsel Syafitri Irwan serta sejumlah pejabat lainnya.






