11 Kampus Hukum Terbaik Indonesia Versi THE 2026

oleh -340 Dilihat
oleh
Sebanyak 11 kampus Indonesia masuk pemeringkatan THE 2026 bidang hukum. UGM dan UNS berada di kelompok 201-250 dunia. (*/Istimewa)

Dalam pemeringkatan keseluruhan THE 2026, Unair berada pada kelompok 1.201-1.500 dunia.

BACA JUGA: Mahasiswi Palembang Dua Kali Jadi Korban Pencurian di Kampus: iPhone Raib, Dompet Hilang Saat Jam Praktik!

7. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY)

UMY masuk kelompok 301-400 dunia untuk bidang hukum.

Kampus ini berada pada kelompok 1.501+ dunia dalam pemeringkatan keseluruhan.

8. Universitas Negeri Semarang (Unnes)

BACA JUGA: Daftar Baru 10 Kampus Negeri Paling Berkelanjutan di Indonesia versi QS 2026

Unnes menempati kelompok 301-400 dunia untuk bidang hukum dan kelompok 1.501+ dunia dalam pemeringkatan keseluruhan THE 2026.

9. Universitas Padjadjaran (Unpad)

Unpad berada pada kelompok 301-400 dunia untuk bidang hukum.

Sementara secara keseluruhan, Unpad berada pada kelompok 1.201-1.500 dunia.

BACA JUGA: 10 Kampus Negeri dengan Jurusan Kedokteran Super Murah, Ada yang UKT Nol Rupiah

10. Universitas Brawijaya (UB)

UB masuk kelompok 301-400 dunia untuk bidang hukum.

Dalam pemeringkatan universitas secara keseluruhan, UB berada pada kelompok 1.501+ dunia.

11. Universitas Indonesia (UI)

BACA JUGA: UI Jadi Kampus Terbaik di Indonesia versi QS WUR 2026, Binus Satu-satunya PTS di 10 Besar

UI berada pada kelompok 301-400 dunia untuk bidang hukum.

Adapun dalam pemeringkatan keseluruhan THE 2026, UI berada pada kelompok 801-1.000 dunia.

Lima Aspek Penilaian

THE tidak menentukan peringkat hanya berdasarkan satu indikator.

BACA JUGA: Mahasiswa Asal Empat Lawang Kehilangan Motor di Kampus, Pelaku Belum Juga Tertangkap!

Pada bidang hukum, penilaian menggunakan 18 indikator yang dikelompokkan dalam lima aspek utama.

Aspek pengajaran memiliki bobot terbesar, yakni 32,2 persen, disusul lingkungan penelitian sebesar 29,8 persen dan kualitas penelitian sebesar 25 persen.

Sementara itu, aspek industri memiliki bobot 4 persen, sedangkan perspektif internasional menyumbang 9 persen.

Dengan demikian, daftar tersebut dapat menjadi salah satu referensi bagi calon mahasiswa yang sedang mempertimbangkan kampus untuk menempuh pendidikan hukum.

BACA JUGA: Konflik Dualisme Yayasan Sjakhyakirti Palembang Berakhir, Kampus Dikenai Sanksi Pembinaan

Meski demikian, peringkat internasional sebaiknya tidak menjadi satu-satunya dasar memilih kampus.

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search