Primbon Jawa menyebut beberapa benda di rumah bisa membawa sial dan menghambat rezeki. Simak daftar lengkap dan maknanya dalam kepercayaan tradisional Jawa. (*/IST)
° Dalam kepercayaan Jawa, sejumlah benda di rumah dipercaya membawa energi negatif yang bisa menghambat rezeki dan keharmonisan keluarga.
° Mulai dari jam mati hingga cermin retak, berikut penjelasan mitos Primbon Jawa yang masih diyakini sebagian masyarakat hingga kini.
JAKARTA, LINTANGPOS.com – Dalam budaya Jawa, rumah tidak sekadar tempat tinggal, melainkan ruang hidup yang menyimpan energi, makna, dan keseimbangan batin.
Karena itu, masyarakat Jawa sejak dulu memiliki berbagai pantangan terkait benda-benda yang disimpan di dalam rumah.
Larangan ini tercatat dalam Primbon Jawa dan diwariskan secara turun-temurun.
Meski terdengar mistis, kepercayaan tersebut sejatinya bertujuan menjaga keharmonisan, ketentraman, dan aliran energi positif di dalam rumah.
Berikut sejumlah benda yang menurut mitos Jawa sebaiknya tidak disimpan sembarangan.
Salah satunya adalah jam dinding yang mati.
BACA JUGA: Pantangan Rumah Menghadap Arah Ini Menurut Orang Jawa
Dalam simbolisme Jawa, jam mati melambangkan waktu yang terhenti. Hal ini dipercaya menjadi pertanda buruk bagi kelangsungan hidup, usaha, dan rezeki penghuni rumah.
Kemudian benda bekas milik orang lain, terutama warisan tanpa restu atau tanpa kejelasan asal-usulnya.
Benda semacam ini diyakini membawa jejak energi atau karma pemilik sebelumnya yang belum tentu selaras dengan penghuni baru.
Cermin retak atau pecah juga termasuk pantangan. Selain dianggap membawa kesialan, cermin rusak dipercaya dapat menjadi “pintu” bagi energi negatif atau makhluk halus.
Tak kalah sering diperdebatkan adalah patung atau topeng tua, terutama yang berasal dari tempat angker.
Jika tidak dirawat secara spiritual, benda ini diyakini bisa menjadi tempat bersemayam makhluk tak kasatmata.
Dalam hal tanaman, tanaman berduri seperti kaktus sebaiknya tidak diletakkan di dalam rumah.
Filosofi Jawa memandang duri sebagai simbol hambatan yang dapat mengganggu aliran rezeki.
Page: 1 2
Bupati Empat Lawang Dr. H. Joncik Muhammad meninjau langsung kesiapan akhir Sekolah Rakyat menjelang pelaksanaan…
Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad melakukan kunjungan dan pengecekan akhir kesiapan Sekolah Rakyat menjelang pelaksanaan…
Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad menghadiri Rapimwil Pemuda Muhammadiyah Sumsel sekaligus pelantikan PDPM Lubuk Linggau.
Lima desa di Empat Lawang diusulkan mendapat pembangunan BTS untuk memperluas akses internet dan mengurangi…
Dua qori asal Rejang Lebong, Herdiansyah dan Nofita Sari, mewakili Bengkulu pada MTQ Nasional 2026…
Festival Literasi Sumsel 2026 resmi dibuka Herman Deru. Sebanyak 4.648 buku terkumpul dalam gerakan memperkuat…
View Comments