Jalan Talang Padang-Ulu Musi Menyempit, Rumput Liar dan Jalan Rusak Dikeluhkan Warga

oleh -22 Dilihat
oleh
Jalan lintas provinsi penghubung Talang Padang dan Ulu Musi di Empat Lawang menyempit akibat rumput liar, Jum'at (8/5/2026). Foto: */Lintang Pos

EMPAT LAWANG, LINTANGPOS.comHamparan rumput liar tampak menjulur hingga ke badan jalan di jalur lintas provinsi yang menghubungkan Kecamatan Talang Padang dengan Kecamatan Ulu Musi, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, Jumat (8/5/2026)

Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena membuat akses jalan semakin sempit.

Pengendara yang melintas pun dipaksa lebih waspada agar terhindar dari kecelakaan.

Rumput tebas bayang yang tumbuh lebat di sisi jalan terlihat menutup sebagian bahu jalan.

Dalam beberapa titik, tanaman liar itu bahkan menjuntai hingga ke badan jalan.

Kondisi itu membuat kendaraan roda dua maupun roda empat harus bergantian saat berpapasan.

BACA JUGA: APBDes 2026 Sukasari Fokus Jalan Beton, BLT dan Jagung Pakan

Jika lengah, pengendara berisiko tersenggol kendaraan lain atau keluar jalur.

Di pagi hari, embun yang menempel di dedaunan menambah kesan jalan tersebut seperti lorong hijau.

Namun di balik pemandangan itu, tersimpan ancaman bagi pengguna jalan.

Warga setempat menyebut kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama.

Hingga kini belum terlihat adanya pembersihan rumput secara menyeluruh di sepanjang jalur tersebut.

“Kalau kendaraan besar lewat, kami harus mengalah. Jalan makin sempit karena rumput sudah memakan bahu jalan,” ujar salah seorang pengendara yang melintas.

Tak hanya persoalan rumput liar, kerusakan jalan di sejumlah titik juga menjadi sorotan warga.

Kondisi terparah disebut berada di wilayah Kecamatan Ulu Musi.

BACA JUGA: Gotong Royong Warga Pajar Bakti Bikin Jalan Desa Jadi Kinclong!

Aspal yang mengelupas dan lubang di beberapa bagian jalan membuat kendaraan harus melaju pelan.

Pengendara roda dua dinilai paling rentan mengalami kecelakaan.

Saat musim hujan, lubang jalan tertutup genangan air sehingga sulit terlihat pengendara.

Kondisi ini semakin meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Warga mengaku akses tersebut merupakan jalur penting penghubung antar kecamatan hingga antar provinsi.

Jalan itu juga digunakan masyarakat untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan.

BACA JUGA: Musdes Meranti Jaya 2026 Bahas Jalan Baru, BLT dan Pangan

Petani memanfaatkan jalur tersebut untuk mengangkut hasil kebun.

Sementara pelajar dan pekerja melintasi jalan itu hampir setiap hari.

Kerusakan jalan dan sempitnya akses dinilai dapat menghambat aktivitas masyarakat.

Warga berharap ada perhatian serius dari pemerintah terkait kondisi tersebut.

Menurut mereka, pembersihan rumput liar harus segera dilakukan agar badan jalan kembali normal.

Perbaikan jalan rusak juga dianggap mendesak.

BACA JUGA: Patroli Sahur Satlantas Jaga Jalan Lintas Empat Lawang Tetap Kondusif

Jika dibiarkan berlarut-larut, kondisi jalan dikhawatirkan semakin membahayakan pengguna jalan, terutama pada malam hari saat jarak pandang terbatas.

Masyarakat berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait segera turun tangan melakukan perawatan jalan demi keselamatan pengguna jalan. (*/red/frz/liz)

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search 

No More Posts Available.

No more pages to load.