Dari Grup hingga Status WhatsApp, Remaja Pesisir Barat Manfaatkan Media Digital untuk Sebarkan Pesan Dakwah

oleh -150 Dilihat
Nestia Destiani saat melakukan wawancara. Foto: dokumentasi peneliti

PESISIR BARAT, LINTANGPOS.com – Perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, termasuk dalam cara menyampaikan pesan-pesan keagamaan.

Dakwah yang sebelumnya lebih banyak dilakukan melalui ceramah, pengajian, maupun pertemuan secara langsung, kini mulai memanfaatkan berbagai media digital yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Salah satu media yang banyak digunakan adalah WhatsApp.

Aplikasi pesan instan tersebut tidak hanya dimanfaatkan untuk berkomunikasi dan bertukar informasi, tetapi juga menjadi sarana penyebaran pesan dakwah di kalangan generasi muda.

BACA JUGA: Deah Monica Soroti Tata Ruang dan Permukiman di Sekitar Rel Kereta Api Empat Lawang

Fenomena tersebut menjadi perhatian Nestia Destiani dalam skripsinya berjudul “Analisis Penyebaran Pesan Dakwah Melalui WhatsApp pada Remaja di Desa Gedung Cahya Kuningan Kecamatan Ngambur Kabupaten Pesisir Barat.”

Nestia Destiani merupakan mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana proses penyebaran pesan dakwah melalui WhatsApp di kalangan remaja Desa Gedung Cahya Kuningan, sekaligus mengkaji isi pesan dakwah yang disampaikan.

Dalam penelitiannya, Nestia menggunakan metode penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi terhadap remaja pengguna WhatsApp di Desa Gedung Cahya Kuningan.

BACA JUGA: Diorama Augmented Reality Bikin Nilai Belajar Fotosintesis Siswa Melonjak

Penelitian ini juga melibatkan remaja yang aktif dalam kegiatan Remaja Islam Masjid atau RISMA.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebaran pesan dakwah melalui WhatsApp dilakukan melalui beberapa cara.

Remaja terlebih dahulu mencari dan mengumpulkan materi dakwah dari berbagai sumber, termasuk kelompok Islami dan sumber digital lainnya.

Materi tersebut kemudian diolah dan dikemas dalam bentuk yang lebih menarik, seperti teks, gambar maupun video.

BACA JUGA: Tak Banyak yang Tahu! Tradisi Membawa Bahan Makanan Mentah Ini Ternyata Mampu Mengakhiri Konflik Berdarah di Empat Lawang

Setelah itu, pesan dakwah disebarkan melalui pesan pribadi kepada kontak WhatsApp serta dibagikan melalui Status WhatsApp.

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search 

No More Posts Available.

No more pages to load.