Banjir Bandang Terjang Ogan Komering Ulu dan Bengkulu, Kementerian PU Turunkan Tim Tanggap Darurat

oleh -332 Dilihat
oleh
Kementerian PU kerahkan tim tanggap darurat atasi banjir bandang di Ogan Komering Ulu dan Bengkulu. Fokus pemulihan rumah warga, jalan nasional, dan tanggul sungai, Jum'at (26/9/2025). Foto: dok/istimewa

Jakarta, LintangPos.com – Suasana duka menyelimuti Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Sindang Danau, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan.

Sejak Selasa (23/9/2025), banjir bandang yang datang tiba-tiba merendam kawasan ini, membawa material lumpur, merusak rumah warga, hingga merenggut korban jiwa.

Banjir dipicu oleh intensitas hujan tinggi di hulu Sungai Are yang membuat debit air meningkat drastis.

Tercatat, 14 rumah terdampak, dengan dua di antaranya hanyut terseret derasnya arus.

Tiga warga yang sempat dinyatakan hilang akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Menanggapi situasi darurat ini, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) segera mengerahkan tim tanggap darurat.

BACA JUGA: Polres Empat Lawang Gelar Apel Malam dan Razia Tertib Lalu Lintas

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama.

“Kementerian PU berkomitmen untuk segera menangani dampak banjir bandang ini dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada. Keselamatan dan pemulihan warga terdampak menjadi prioritas utama kami,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (26/9/2025).

Mobilisasi Alat Berat dan Perkuatan Tanggul

Tim Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VII sudah turun ke lokasi untuk berkoordinasi dengan BPBD dan masyarakat.

Kepala BWS Sumatera VII, Wiel Mushawiry Suryana, mengatakan pihaknya tengah memobilisasi alat berat berupa satu unit excavator PC 200 serta material bronjong untuk memperkuat tanggul Sungai Are.

“Upaya ini dilakukan untuk membuka kembali aliran sungai dan mencegah banjir susulan,” jelasnya.

BACA JUGA: Agustus 2025 Ratusan Warga Empat Lawang Tercapture ETLE , Kasat Lantas Ajak Lebih Patuh Berlalulintas

Fokus Pemulihan Infrastruktur di Bengkulu

Tak hanya di Sumatera Selatan, dampak banjir juga melanda Bengkulu. Material longsor menutup ruas Jalan Nasional Manna–Batas Provinsi Sumatera Selatan KM 171-177.

Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Bengkulu menurunkan tiga unit excavator dan satu backhoe loader untuk membersihkan jalur vital tersebut.

Berbekal kerja sama dengan BPBD, TNI, Polri, dan pemerintah daerah, akses jalan kini sudah bisa dilalui secara terbatas.

“Kami terus melakukan pembersihan dan pengamanan jalur agar mobilitas warga tidak terhambat. Pemulihan infrastruktur akan dipercepat untuk memulihkan aktivitas masyarakat,” kata perwakilan BPJN Bengkulu.

Harapan Warga Terdampak

BACA JUGA: Oknum Guru BK SMPN 1 Lubuk Linggau Resmi Jadi Tersangka Pelecehan

Warga Desa Tanjung Harapan kini berupaya bangkit di tengah keterbatasan.

Mereka masih mengandalkan bantuan darurat, sembari menanti perbaikan rumah serta perkuatan tanggul sungai.

Bagi mereka, kehadiran pemerintah menjadi penopang harapan agar kehidupan kembali normal.

Bencana ini menjadi pengingat betapa rentannya wilayah sekitar Sungai Are terhadap curah hujan ekstrem.

Pemerintah pusat bersama daerah kini berpacu dengan waktu, tidak hanya untuk memulihkan kerusakan, tetapi juga membangun sistem mitigasi bencana yang lebih kuat. (*/red)

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search 

No More Posts Available.

No more pages to load.