Guru SMAN 16 Palembang Minta Maaf Usai Tampar Rekan, Kasus Viral dan Berujung Laporan Polisi

oleh -455 Dilihat
Kasus guru menampar rekan di SMAN 16 Palembang viral. Pelaku Suretno minta maaf. Sumber: tiktok.com/@mediacakrabuana

Ringkasan Isi Berita:
° Kasus penganiayaan antarguru di SMAN 16 Palembang menjadi sorotan setelah video kejadian viral di media sosial.

° Guru bernama Suretno (SR), yang juga bendahara Dana BOS, meminta maaf usai menampar rekannya, Yuli Nuriza, dalam cekcok soal tanda tangan berkas sertifikasi.

° Meski mengaku khilaf dan berharap mediasi, Yuli telah melaporkan peristiwa itu ke Polsek Sako.

° Polisi kini tengah memproses laporan tersebut.


Palembang, LintangPos.com Kasus penganiayaan antarguru di SMA Negeri 16 Palembang mendadak viral setelah rekaman CCTV dan video dari lokasi tersebar luas di media sosial.

Dalam video yang beredar, seorang guru perempuan bernama Yuli Nuriza menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh rekannya, Suretno (SR), yang menjabat sebagai Bendahara Dana BOS di sekolah tersebut.

Peristiwa ini terjadi pada Rabu siang, 15 Oktober 2025, di area sekolah yang berlokasi di Jalan Lebak Murni, Kecamatan Sako, Palembang.

Keributan bermula dari perselisihan seputar tanda tangan kepala sekolah (Kepsek) yang diperlukan untuk melengkapi berkas sertifikasi guru.

Menurut keterangan korban, Yuli, ia hanya bermaksud mengembalikan berkas sertifikasi yang sudah ditandatanganinya kepada operator sekolah untuk diserahkan kepada Kepala Sekolah.

Namun, operator menolak berkas tersebut dengan alasan sebelumnya Kepala Sekolah sudah memarahinya karena Yuli tidak menghadap langsung.

BACA JUGA: Sekolah Rakyat di Empat Lawang Bakal Dibangun dengan Nilai Rp100 Miliar

“Saya merasa tidak perlu menghadap langsung karena itu hanya urusan administrasi biasa,” ungkap Yuli Nuriza saat diwawancarai.

Ketegangan memuncak saat Yuli berpapasan dengan SR di depan ruang operator.

“Dia ngoceh-ngoceh, saya tanya ‘nak ngapo kau’, tiba-tiba dia menampar saya dan mendorong saya sampai kepala saya dibenturkan ke dinding,” beber Yuli.

Keributan itu segera dilerai oleh guru-guru lain, namun aksi tersebut sudah sempat terekam CCTV dan menyebar cepat di media sosial.

Pelaku Mengaku Khilaf dan Minta Maaf

Di sisi lain, Suretno (SR) yang kini tengah dirawat di rumah sakit karena luka cakaran di leher dan tangan terinfus, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Yuli.

BACA JUGA: Viral! Guru Ngaji Diduga Diusir Lurah Talang Betutu Saat Urus Validasi Meteran Mushola

“Semula saya terlibat cekcok mulut sama dia, akibatnya saya menampar dia. Terjadi dorong-dorongan sampai kancing baju saya lepas,” ujarnya dikutip dari video yang diunggah akun TikTok @mediacakrabuana.

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search 

No More Posts Available.

No more pages to load.