Ringkasan Berita:
° OnePlus 15 hadir dengan chipset kencang dan baterai jumbo, tapi justru membawa beberapa penurunan dari pendahulunya.
° Muncul teori bahwa OPPO sengaja membatasi inovasi OnePlus agar tidak menyaingi lini flagship Find X. Apakah benar ada sabotase internal?
JAKARTA, LINTANGPOS.com – OnePlus akhirnya merilis OnePlus 15, dan sekilas perangkat ini terlihat seperti paket lengkap: Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang kencang (meski cenderung panas), baterai 7.300mAh, serta dukungan pengisian cepat kabel maupun nirkabel.
Di atas kertas, ini adalah mimpi para penggemar Android. Tapi begitu ditelisik lebih dalam, rasa-rasanya ada sesuatu yang janggal.
Para penggemar OnePlus mulai merasakan pola aneh: setiap kali OnePlus merilis flagship yang benar-benar memukau, generasi berikutnya justru mundur selangkah.
Dan OnePlus 15 tampaknya mengikuti pola itu.
Kamera Downgrade, Layar Turun Kelas
OnePlus 15 membawa perubahan yang sulit dielakkan oleh para penggemar: sistem kameranya justru lebih lemah dibanding OnePlus 13.
Sensor utama, telefoto, dan ultrawide diganti dengan yang lebih kecil, sementara aperture ikut menyempit.
Memang, ada sedikit peningkatan di zoom periskop 3.5x, tapi secara keseluruhan, ini terasa sebagai langkah mundur setelah OnePlus 13 memukau dengan pengalaman kamera yang solid.
Layar juga menjadi sorotan. Dari QHD+ 120Hz di OnePlus 13 turun ke panel 1.5K 165Hz di OnePlus 15.
OnePlus mengklaim panel baru ini lebih mahal dan QHD+ 165Hz tidak feasible. Tetap saja, secara persepsi, fans melihat ini sebagai degradasi.
Belum lagi keputusan mengganti alert slider — ikon khas OnePlus — dengan tombol shortcut. Ada yang suka, tapi lebih banyak yang merasa kehilangan identitas klasik OnePlus.
Pola Lama yang Berulang
BACA JUGA: Bukan Sekadar Ponsel — OPPO Find X9: Studio Fotografi 200MP yang Bisa Masuk Saku Anda!
Ini bukan kejadian pertama. OnePlus 11 terasa aneh setelah 10 Pro. OnePlus 10T bahkan dianggap titik terendah: tanpa alert slider, kamera seadanya, dan rating IP minim.





