Sidak di Rutan Prabumulih, Program Pembinaan Tersembunyi yang Bikin Pejabat Terkejut!

oleh -125 Dilihat
oleh
Sidak Rutan Prabumulih menyoroti pembinaan modern, ketahanan pangan terpadu, dan inovasi ekonomi kreatif bagi warga binaan, Sabtu (6/12/2025). Foto: Istimewa

Ringkasan Berita:

° Sidak Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan ke Rutan Prabumulih mengungkap transformasi pembinaan warga binaan.

° Mulai ketahanan pangan terpadu hingga inovasi serat daun nanas sebagai produk bernilai ekonomis.


PRABUMULIH, LINTANGPOS.com – Rutan Kelas IIB Prabumulih mendadak menjadi pusat perhatian pada Sabtu, 6 Desember 2025.

Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Ir. H. Abdullah Rasyid, ME, bersama Staf Khusus Bidang Komunikasi dan Media Ahmad Fanani SIP, M.Han, melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memastikan seluruh proses pembinaan, pelayanan, dan pengawasan berjalan sesuai standar.

Kedatangan dua pejabat tersebut bukan sekadar agenda formalitas. Mereka ingin melihat langsung apakah program pemasyarakatan sejalan dengan Astacita Presiden RI Prabowo Subianto serta 13 Program Prioritas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang menekankan transformasi pembinaan di rutan dan lapas.

Pemasyarakatan Bukan Lagi Soal Hukuman

Dalam keterangannya, Abdullah Rasyid menegaskan bahwa rutan dan lapas di Indonesia kini tengah memasuki babak baru.

“Kami ingin memastikan bahwa warga binaan mendapatkan ruang untuk berkembang, belajar, dan mempersiapkan diri kembali ke masyarakat dengan keterampilan dan mental yang lebih baik,” ujarnya.

BACA JUGA: Daftar Nama Pejabat yang Dirotasi Walikota Prabumulih dari Lurah, Camat Hingga Kepala Dinas

Menurutnya, lembaga pemasyarakatan kini bergerak dari sekadar tempat menjalani hukuman menuju pusat pembinaan produktif yang fokus membentuk kemandirian warga binaan.

Program Ketahanan Pangan Dari Pepaya California hingga Domba

Salah satu aspek yang mencuri perhatian adalah program ketahanan pangan terpadu.

Di Rutan Prabumulih, warga binaan terlibat aktif dalam:

  • Budidaya pepaya California
  • Penanaman nanas Queen, ikon khas Prabumulih
  • Pengelolaan peternakan domba

Semua kegiatan ini dilakukan di bawah pendampingan petugas, sekaligus menjadi sarana pembelajaran kewirausahaan.

BACA JUGA: Pulang Belanja, Rumah di Prabumulih Ludes Terbakar! Penyebabnya Bikin Geleng-Geleng

Inovasi Menarik, Daun Nanas Disulap Jadi Produk Kreatif

Tak berhenti di sektor pangan, Rutan Prabumulih juga memperkenalkan inovasi ramah lingkungan: pengolahan daun nanas menjadi serat bernilai ekonomis.

Serat tersebut kemudian dikreasikan menjadi:

  • Anyaman
  • Aksesori
  • Kerajinan tangan dengan potensi pasar menjanjikan

Program ini dinilai mampu membuka peluang usaha baru bagi warga binaan setelah bebas.

Apresiasi dan Dorongan untuk Terus Berbenah

BACA JUGA: Remaja Tewas Usai Duel Motor Adu Kambing di Prabumulih, Begini Detik-Detik Vario Masuk Jalur Lawan!

Kepala Rutan Prabumulih, Sandi Wiguna, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kunjungan tersebut.

“Kunjungan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dan memberikan pembinaan terbaik bagi warga binaan,” ujarnya.

Dialog, Evaluasi, dan Harapan Baru

Sidak ditutup dengan peninjauan fasilitas pembinaan serta dialog terbuka antara pejabat, petugas, dan warga binaan.

Pemerintah berharap program yang diterapkan di Rutan Prabumulih dapat menjadi model pembinaan berkelanjutan yang membantu proses reintegrasi sosial warga binaan ke masyarakat.

Dengan transformasi yang semakin nyata, Rutan Prabumulih seolah menunjukkan bahwa masa depan pembinaan pemasyarakatan Indonesia sedang bergerak ke arah yang lebih manusiawi, produktif, dan penuh harapan. (*/red)

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search 

No More Posts Available.

No more pages to load.