Ringkasan Berita:
° Tahanan perempuan di Lapas Kelas IIB Empat Lawang mengikuti pelatihan pembuatan gantungan kunci sebagai program pembinaan kemandirian.
° Kegiatan ini melibatkan petugas dan peserta magang guna meningkatkan keterampilan, kreativitas, serta kesiapan warga binaan untuk kembali ke masyarakat.
EMPAT LAWANG, LINTANGPOS.com — Di balik tembok tinggi dan jeruji besi Lapas Kelas IIB Empat Lawang, kreativitas justru tumbuh dan berkembang.
Sejumlah tahanan perempuan tampak serius merangkai bahan sederhana menjadi gantungan kunci bernilai guna dan ekonomis.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang rutin digelar oleh Lapas Kelas IIB Empat Lawang guna membekali warga binaan dengan keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.
Tak hanya diikuti warga binaan, pelatihan ini juga melibatkan peserta magang yang secara langsung mendampingi proses produksi, mulai dari tahap awal hingga penyelesaian produk.
Kepala Lapas Kelas IIB Empat Lawang, Reza Yudhistira Kurniawan, menjelaskan bahwa pelatihan kerja ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan dan kreativitas warga binaan meskipun dari hal-hal sederhana.
“Dengan pendampingan petugas dan peserta magang, mereka memproduksi gantungan kunci dari bahan yang telah disiapkan, mulai dari proses awal hingga tahap penyelesaian. Walaupun sederhana, kegiatan ini bernilai guna dan memiliki potensi ekonomi,” kata Reza.
BACA JUGA: Razia Malam di Lapas Surulangun Rawas! Barang Terlarang Terbongkar, Warga Binaan Kena Sanksi
Menurutnya, keterlibatan petugas dan peserta magang tidak hanya memperlancar proses produksi, tetapi juga menciptakan suasana kerja yang produktif dan edukatif di dalam lingkungan lapas.
“Sinergi antara pegawai, peserta magang, dan warga binaan diharapkan mampu menumbuhkan semangat kerja sama, disiplin, dan tanggung jawab,” tambahnya.
Lebih jauh, pihak Lapas berharap program pembinaan keterampilan seperti ini terus berlanjut sebagai bentuk komitmen dalam mempersiapkan warga binaan agar siap kembali ke tengah masyarakat dengan bekal kemampuan yang bermanfaat.
Dengan keterampilan tersebut, para warga binaan diharapkan tidak hanya memiliki peluang untuk mandiri secara ekonomi, tetapi juga mampu berkontribusi positif bagi lingkungan sosialnya setelah menyelesaikan masa pembinaan. (*/red)





