Tragis! Balita 1 Tahun Tewas di Genangan Air Rumah

oleh -63 Dilihat
oleh
Balita di OKI meninggal dunia diduga tenggelam di genangan air halaman rumah. Peristiwa tragis ini terjadi Minggu malam dan masih diselidiki polisi, Senin (26/1/2026). Foto: Istimewa

Ringkasan Berita:

Seorang balita berusia 1 tahun 5 bulan di Kelurahan Kedaton, Kayuagung, OKI, ditemukan meninggal dunia diduga tenggelam di genangan air halaman rumah, Minggu malam (25/1/2026). Peristiwa ini masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.


OKI, LINTANGPOS.com – Suasana duka menyelimuti warga Kelurahan Kedaton, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

Sebuah peristiwa tragis merenggut nyawa seorang balita berusia 1 tahun 5 bulan yang diduga tenggelam di genangan air halaman rumahnya sendiri, pada Minggu malam (25/1/2026).

Peristiwa memilukan itu terjadi sekitar pukul 19.00 WIB, saat kondisi lingkungan rumah korban dilaporkan tergenang air.

Balita malang tersebut ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di area halaman rumah, yang saat itu dipenuhi genangan.

Kejadian ini sontak mengundang perhatian warga sekitar dan menimbulkan rasa prihatin mendalam.

Meski berada di lingkungan rumah sendiri, bahaya genangan air kerap kali tidak disadari, terlebih bagi anak-anak yang masih berada dalam usia rentan.

BACA JUGA: Tak Hanya Murid! Guru dan OB Kini Dapat Makan Gratis

Peristiwa ini menjadi pengingat keras bahwa ancaman kecelakaan bisa datang dari hal-hal yang tampak sepele.

Dibenarkan Pihak Kelurahan

Lurah Kedaton, Deny, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa korban telah dimakamkan pada Senin pagi (26/1/2026) di rumah neneknya yang berada di Kelurahan Tanjung Rancing.

“Benar ada kejadian tersebut, dan korban sudah dimakamkan pagi tadi,” ujar Deny saat dikonfirmasi.

Namun demikian, Deny mengaku belum dapat menyampaikan kronologi lengkap kejadian.

Hal itu disebabkan kondisi keluarga korban yang masih dalam suasana berduka sehingga belum memungkinkan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

BACA JUGA: Dana Desa 2026 Resmi Diubah Total, Ini Bocorannya!

“Atas nama pemerintah kelurahan, kami turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik dan keluarga diberikan ketabahan,” ungkapnya.

Ia juga berharap kejadian serupa tidak kembali terulang, khususnya di wilayah permukiman yang rawan genangan air saat musim hujan.

BPBD OKI Terima Laporan

Sementara itu, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKI, Nova Triyussanto, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan mengenai balita yang meninggal dunia akibat tenggelam di genangan air halaman rumah tersebut pada Minggu malam.

“Informasi yang kami terima sekitar pukul 19.00 WIB tadi malam. Saat ini kronologi kejadian masih dalam proses penanganan dan pemeriksaan oleh pihak berwajib,” jelas Nova.

BPBD OKI, kata Nova, saat ini masih berkoordinasi dengan aparat kepolisian setempat untuk memastikan penyebab pasti kejadian.

BACA JUGA: Sebaran Program Makan Bergizi Gratis di Palembang Belum Merata, Dinkes Sebut Kekurangan 80 Dapur

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi bahaya genangan air, terutama di lingkungan rumah yang dihuni anak-anak.

Polisi Lakukan Penyelidikan

Hingga kini, aparat kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa tersebut.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan apakah kejadian murni kecelakaan atau terdapat faktor lain yang menyertainya.

“Keterangan lebih rinci masih menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian,” tambah Nova.

Pihak berwenang meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menunggu informasi resmi dari aparat terkait agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran informasi.

BACA JUGA: Dapur SPPG Pertama di Sumsel Dilepas Wakil Gubernur Cik Ujang

Ancaman Genangan Air di Lingkungan Rumah

Peristiwa ini kembali membuka mata banyak pihak bahwa genangan air di sekitar rumah dapat menjadi ancaman serius, terutama bagi balita.

Anak-anak usia di bawah lima tahun memiliki keterbatasan dalam mengenali bahaya dan belum mampu menyelamatkan diri ketika berada dalam kondisi darurat.

Di sejumlah wilayah OKI, genangan air kerap terjadi akibat curah hujan tinggi dan sistem drainase yang belum optimal.

Halaman rumah yang tergenang sering dianggap aman karena berada dalam pengawasan keluarga, padahal risiko kecelakaan tetap mengintai.

Para ahli keselamatan anak mengingatkan pentingnya pengawasan ekstra, khususnya saat hujan turun dan air mulai menggenang.

BACA JUGA: Warga Suku Anak Dalam Telantar di Lahat, Terjebak Janji Transmigrasi Mandiri

Selain itu, penutupan akses ke area berbahaya dan perbaikan drainase rumah menjadi langkah pencegahan yang sangat penting.

Duka dan Harapan

Kepergian balita tersebut meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga masyarakat sekitar.

Warga Kelurahan Kedaton turut menyampaikan belasungkawa dan berharap kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Peristiwa ini diharapkan menjadi pelajaran bersama tentang pentingnya kewaspadaan di lingkungan rumah, terutama demi keselamatan anak-anak.

Genangan air yang tampak tenang bisa berubah menjadi bahaya mematikan dalam hitungan menit.

BACA JUGA: Ayah di Lubuk Linggau Aniaya Istri Siri dan Anak, Polisi Bertindak Cepat

Pemerintah daerah, aparat terkait, dan masyarakat diharapkan dapat saling bersinergi untuk meningkatkan kesadaran serta langkah pencegahan, agar tragedi serupa tidak kembali merenggut nyawa anak-anak yang seharusnya tumbuh dalam lingkungan yang aman. (*/red)

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search 

No More Posts Available.

No more pages to load.