Aksi Mainkan Kobra di Pasar, Pria Kepahiang Tewas Tragis Dipatok Ular

oleh -313 Dilihat
oleh
Seorang pria di Kepahiang meninggal dunia usai memamerkan ular kobra di pasar. Aksi berbahaya itu sempat viral sebelum berujung maut, Jum'at (30/1/2026). Foto: Istimewa

Ringkasan Berita:

Aksi nekat Herianto (37), warga Kepahiang, memainkan ular kobra di Pasar Kepahiang berakhir tragis. Setelah berkeliling pasar sambil memamerkan ular berbisa, ia akhirnya tewas akibat patukan kobra yang sebelumnya ia tangkap sendiri.


KEPAHIANG, LINTANGPOS.com – Suasana Pasar Kepahiang, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, mendadak berubah mencekam pada Jumat (30/1/2026).

Keramaian pasar yang biasanya dipenuhi aktivitas jual beli warga, tiba-tiba diwarnai teriakan ketakutan ketika seorang pria terlihat santai memainkan seekor ular kobra berbisa di tengah pengunjung.

Pria tersebut diketahui bernama Herianto (37), warga Desa Tebat Monok, Kecamatan Kepahiang.

Dengan penuh percaya diri, Herianto membawa ular kobra yang melingkar di tangannya.

Tanpa alat pengaman, ia berjalan mondar-mandir di area pasar seolah ular mematikan itu telah sepenuhnya jinak.

Aksi berbahaya tersebut sontak membuat pengunjung pasar panik.

BACA JUGA: HP Lipat dan Modular 2026 Siap Guncang Pasar! iPhone Fold, Galaxy Z, dan Fairphone Bikin Smartphone Lama Terlihat Kuno

Beberapa pedagang memilih menutup lapak sementara, sementara warga lain menjaga jarak karena khawatir ular tersebut menyerang secara tiba-tiba.

Ketegangan semakin terasa ketika ular kobra itu beberapa kali mengangkat kepala, menunjukkan sikap defensif khas predator berbisa.

Tak sedikit warga yang mengabadikan momen itu menggunakan ponsel.

Video berdurasi singkat yang merekam aksi Herianto kemudian menyebar luas di media sosial dan menuai beragam komentar.

Sebagian warganet menyebut aksinya nekat, sementara lainnya menyayangkan minimnya kesadaran akan bahaya ular berbisa.

Namun, apa yang awalnya dianggap sebagai tontonan ekstrem berubah menjadi tragedi.

BACA JUGA: Rabies Merebak di Sumsel, Lima Daerah Tertular, Nyawa Terancam

Sekitar empat jam setelah aksinya, atau sekitar pukul 14.00 WIB, Herianto dilaporkan mengalami kondisi kritis akibat patukan ular kobra yang ia mainkan sendiri.

Menurut keterangan warga sekitar, ular tersebut didapatkan Herianto dengan cara menangkapnya di kawasan Pasar Kepahiang.

Alih-alih mengamankan atau melaporkan keberadaan ular berbisa itu kepada petugas berwenang, Herianto justru mempermainkannya dan membawa hewan tersebut berkeliling pasar.

Herianto sempat dilarikan ke RSUD Kepahiang untuk mendapatkan pertolongan medis.

Direktur Utama RSUD Kepahiang, dr Febi Nursanda, membenarkan bahwa korban datang dengan dugaan gigitan ular berbisa.

“Pasien atas nama Herianto kami terima dengan dugaan digigit ular berbisa. Dari pemeriksaan awal ditemukan adanya bekas gigitan yang mengarah pada gigitan ular,” ujarnya.

BACA JUGA: Cegah Penyakit Menular, Lapas Empat Lawang Gelar Skrining TBC dan Pengecekan Suhu Kamar Hunian

Pihak rumah sakit menyatakan telah memberikan penanganan medis sesuai prosedur, termasuk upaya menstabilkan kondisi korban.

Namun, kuatnya racun kobra diduga menyebabkan kondisi Herianto terus menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Fakta lain yang terungkap dari keterangan warga semakin menambah keprihatinan.

Sebelum kejadian tragis tersebut, Herianto sempat mengaku berniat menjual ular kobra hasil tangkapannya kepada masyarakat.

Ular berbisa itu rencananya akan dijadikan komoditas tanpa mempertimbangkan risiko besar yang dapat mengancam keselamatan dirinya maupun orang lain.

Peristiwa ini menjadi pengingat keras akan bahaya interaksi sembarangan dengan satwa liar, khususnya ular berbisa.

BACA JUGA: SMP di Empat Lawang Ini Pilih Ketua OSIS Pakai E-Voting

Selain mengancam nyawa pelaku, tindakan tersebut juga membahayakan keselamatan masyarakat sekitar.

Warga pun berharap kejadian ini menjadi pelajaran agar ke depan, setiap penemuan hewan berbahaya segera dilaporkan kepada pihak berwenang, bukan dijadikan tontonan yang berujung petaka. (*/red)

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search 

No More Posts Available.

No more pages to load.