Pemkot Lubuk Linggau siapkan 4 IKK, SPAM Watervang, dan solusi Batu Urip untuk menjawab keluhan layanan PDAM Tirta Bukit Sulap yang ramai disorot warga. (*/ils)
° Keluhan layanan PDAM Tirta Bukit Sulap menjadi perhatian serius Pemkot Lubuk Linggau.
° Wali Kota Rachmat Hidayat membeberkan pembangunan 4 IKK, rencana SPAM Watervang, hingga solusi wilayah Batu Urip demi memulihkan kepercayaan masyarakat dan memaksimalkan distribusi air bersih.
LUBUK LINGGAU, LINTANGPOS.com – Keluhan masyarakat terhadap pelayanan PDAM Tirta Bukit Sulap kini menjadi sorotan utama Pemerintah Kota Lubuk Linggau.
Bukan tanpa alasan, distribusi air bersih yang belum merata membuat Pemkot turun langsung mengevaluasi infrastruktur dan sistem operasional PDAM.
Wali Kota Lubuk Linggau, H Rachmat Hidayat, menegaskan bahwa Pemkot telah membangun empat Instalasi Kota Kecamatan (IKK) sebagai langkah konkret memperkuat pelayanan air bersih.
Keempatnya yakni IKK Petanang, IKK Kupang, IKK Jukung, dan IKK Watas.
“Untuk IKK Petanang sudah selesai dan kemarin kita cek langsung, airnya bagus,” ungkap Wali Kota.
Sementara tiga IKK lainnya masih dalam proses pengerjaan dan ditargetkan rampung pada awal 2026.
BACA JUGA: Ruko Terkunci, Temuan Mengerikan! Honorer PDAM OKU Selatan Ditemukan Tak Bernyawa
Tak berhenti di situ, Pemkot juga merancang pembangunan SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) di kawasan Watervang.
SPAM ini diharapkan mampu menjadi tulang punggung distribusi air PDAM, ditambah dengan pemasangan booster di sejumlah titik rawan tekanan air, seperti di wilayah Karya Bakti.
“Saat ini pompanya sedang kita uji. Kalau memang mampu mengalirkan 40 liter per jam, mungkin tidak perlu lagi booster di Karya Bakti,” jelasnya.
Sementara itu, persoalan di wilayah Batu Urip yang sempat viral juga diakui Wali Kota.
Operasional PDAM di kawasan tersebut terpaksa dihentikan sementara karena biaya listrik yang tinggi tidak sebanding dengan pemasukan.
“Tunggakannya mencapai Rp120 juta. Banyak masyarakat yang tidak percaya lagi dengan PDAM,” ujarnya.
BACA JUGA: Status Guru Honorer Resmi Dihapus? DPR Peringatkan Pemerintah Soal Ancaman Krisis Baru!
Untuk sementara, suplai air di Batu Urip dibackup menggunakan genset, sehingga aliran air tidak bisa setiap hari, melainkan tiga hari mengalir dan dua hari berhenti.
Page: 1 2
Bupati Empat Lawang Dr. H. Joncik Muhammad meninjau langsung kesiapan akhir Sekolah Rakyat menjelang pelaksanaan…
Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad melakukan kunjungan dan pengecekan akhir kesiapan Sekolah Rakyat menjelang pelaksanaan…
Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad menghadiri Rapimwil Pemuda Muhammadiyah Sumsel sekaligus pelantikan PDPM Lubuk Linggau.
Lima desa di Empat Lawang diusulkan mendapat pembangunan BTS untuk memperluas akses internet dan mengurangi…
Dua qori asal Rejang Lebong, Herdiansyah dan Nofita Sari, mewakili Bengkulu pada MTQ Nasional 2026…
Festival Literasi Sumsel 2026 resmi dibuka Herman Deru. Sebanyak 4.648 buku terkumpul dalam gerakan memperkuat…