Jasad Madon kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Empat Lawang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan identitas dan penyebab kematian.
Pihak keluarga pun telah dihubungi untuk proses selanjutnya.
Sebelumnya, Madon dilaporkan tenggelam saat beraktivitas di sekitar Sungai Musi.
Pria yang dikenal warga sebagai pemain angklung keliling itu kerap terlihat beraktivitas di sejumlah wilayah untuk mencari nafkah.
Kepergiannya yang mendadak membuat banyak warga merasa kehilangan, terutama mereka yang sering melihat Madon menghibur dengan alunan angklungnya.
BACA JUGA: Bocah 7 Tahun Hilang Diseret Arus, Jasad Ditemukan 24 Km dari Titik Tenggelam
Sejak laporan orang tenggelam diterima, tim gabungan BPBD, Basarnas, serta warga setempat melakukan pencarian intensif.
Penyisiran dilakukan menyusuri aliran Sungai Musi menggunakan perahu karet dan peralatan khusus.
Pencarian dilakukan dari pagi hingga sore hari selama beberapa hari, menyusuri titik-titik yang dicurigai.
Namun, derasnya arus Sungai Musi dan kondisi alam menjadi tantangan tersendiri bagi tim pencari.
Meski demikian, semangat dan kerja keras petugas serta dukungan masyarakat tidak surut.
Harapan agar korban ditemukan dalam keadaan selamat terus dipanjatkan, meski pada akhirnya pencarian tersebut harus berakhir dengan kabar duka.
BACA JUGA: Remaja Tenggelam di Curup Besemah Ditemukan Meninggal Dunia Setelah Dua Hari Pencarian
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama di musim dengan debit air yang tinggi.
Sungai Musi dikenal memiliki arus yang bisa berubah sewaktu-waktu dan berpotensi membahayakan keselamatan.
Pihak BPBD Empat Lawang juga mengimbau warga untuk segera melapor jika melihat kondisi berbahaya di sekitar sungai atau kejadian yang berpotensi menimbulkan korban.
Respons cepat dari masyarakat dinilai sangat membantu dalam proses penanganan darurat. (*/red)





