Selain menciptakan kemacetan, sejumlah kecelakaan pun terjadi akibat permukaan jalan yang tidak stabil.
Karena itu, penanganan awal diprioritaskan agar kendaraan bisa melintas dengan aman.
“Mulai malam ini dilakukan perbaikan. Mudah-mudahan setelah selesai akan membuat pengendara nyaman, lancar, dan tidak mengakibatkan kecelakaan. Perbaikan ditargetkan selesai akhir tahun,” kata Deru.
Ia menjelaskan bahwa perbaikan Jalintim memerlukan proses penganggaran bertahap.
Untuk tahap awal, Kementerian PUPR telah menyiapkan dana sekitar Rp3 miliar untuk pengerjaan sepanjang 3 kilometer.
BACA JUGA: Jalan Rusak di Pulau Harapan Akhirnya Masuk Rencana Pembangunan Pemprov Sumsel
Dari total 60 kilometer ruas Palembang–Betung, sekitar 13 kilometer mengalami kerusakan.
Pada tahap ini, 1,5 kilometer akan dikerjakan, melanjutkan pekerjaan sebelumnya hingga total mencapai 3 kilometer.
Menurut Deru, perbaikan jalan di Jalintim dilakukan setiap tahun, termasuk pelebaran secara bertahap.
Ke depan, pembukaan jalan tol diharapkan dapat mengurai arus kendaraan sehingga pengerjaan Jalintim bisa dilakukan lebih optimal dan menyeluruh.
Dengan dimulainya perbaikan ini, masyarakat berharap “jalur maut” tersebut segera berubah menjadi jalur aman yang layak dilalui, tanpa lagi menimbulkan kecemasan setiap kali melintas. (*/red)






