Herman Deru Dorong RDF, Sampah Jadi Energi Bersih

oleh -66 Dilihat
oleh
Gubernur H. Herman Deru menerima audiensi jajaran direksi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di Griya Agung Palembang, Jumat (6/2/2026). Foto: Pemprov Sumsel

PALEMBANG, LINTANGPOS.com – Komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam mendorong pembangunan berbasis lingkungan kembali ditegaskan oleh Gubernur H. Herman Deru.

Hal tersebut mengemuka saat dirinya menerima audiensi jajaran direksi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di Griya Agung Palembang, Jumat (6/2/2026).

Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan dunia industri untuk menghadirkan solusi konkret atas persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah dan transisi energi.

Dalam audiensi tersebut, pembahasan difokuskan pada pengembangan inovasi Refuse Derived Fuel (RDF), sebuah teknologi yang mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif dengan nilai kalor tinggi.

RDF dinilai sebagai solusi strategis yang mampu menjawab dua tantangan sekaligus: menekan volume sampah dan mengurangi ketergantungan industri pada bahan bakar fosil.

Teknologi ini diproyeksikan untuk mendukung kebutuhan operasional PT Semen Baturaja, anak usaha PT Semen Indonesia yang beroperasi di Sumatera Selatan.

BACA JUGA: Gerbang Ikon Prabumulih Dibangun Lagi, Akses Kota Ditutup Sementara

Gubernur Herman Deru menegaskan bahwa Sumatera Selatan terbuka terhadap berbagai inovasi yang sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.

Menurutnya, persoalan sampah tidak bisa lagi diselesaikan dengan pendekatan konvensional seperti penimbunan di tempat pembuangan akhir.

Diperlukan terobosan yang mampu memberikan nilai tambah, baik dari sisi ekonomi maupun lingkungan. RDF menjadi salah satu jawaban atas kebutuhan tersebut.

“Pengelolaan sampah harus dilihat sebagai peluang, bukan semata-mata beban. Jika sampah bisa diolah menjadi energi, maka kita tidak hanya menyelesaikan masalah lingkungan, tetapi juga mendukung ketahanan energi dan industri yang lebih hijau,” sebut Herman Deru dalam pertemuan tersebut.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam merealisasikan teknologi RDF.

Pemerintah daerah, menurutnya, siap berperan sebagai fasilitator, mulai dari penyediaan regulasi yang mendukung, penyiapan infrastruktur dasar, hingga mendorong keterlibatan pemerintah kabupaten dan kota dalam penyediaan bahan baku sampah.

BACA JUGA: Satu per Satu Dipanggil! Mantan Bos Marketing Semen Baturaja Diperiksa Kejati, Jejak Distribusi Mulai Terbuka

Dengan dukungan tersebut, RDF diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan dan terintegrasi.

Dari sisi industri, PT Semen Indonesia menyambut baik dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

Jajaran direksi menyampaikan bahwa penggunaan RDF merupakan bagian dari roadmap transisi energi perusahaan menuju operasional yang lebih ramah lingkungan.

Industri semen dikenal sebagai salah satu sektor dengan konsumsi energi tinggi, sehingga penggunaan bahan bakar alternatif seperti RDF memiliki dampak signifikan dalam menekan emisi karbon.

PT Semen Baturaja sendiri dinilai memiliki posisi strategis dalam implementasi RDF.

Selain lokasinya yang dekat dengan sumber bahan baku sampah dari kawasan perkotaan, perusahaan ini juga telah memiliki kesiapan teknis untuk mengadaptasi teknologi bahan bakar alternatif.

BACA JUGA: Awas! Tol Kayuagung–Palembang Diubah Sementara: Pengendara Wajib Tahu Rekayasa Lalin 3,7 KM Ini

Melalui pemanfaatan RDF, perusahaan tidak hanya meningkatkan efisiensi energi, tetapi juga berkontribusi langsung dalam mendukung target pengurangan emisi gas rumah kaca.

Lebih jauh, Herman Deru melihat inisiatif RDF sebagai bagian dari visi besar pembangunan Sumatera Selatan yang berwawasan lingkungan.

Ia berharap, keberhasilan implementasi RDF di sektor industri semen dapat menjadi contoh bagi sektor industri lainnya.

Dengan demikian, Sumatera Selatan dapat tampil sebagai provinsi pelopor dalam penerapan ekonomi sirkular, di mana limbah diolah kembali menjadi sumber daya yang bernilai.

Selain manfaat lingkungan, penerapan RDF juga diyakini memiliki dampak sosial dan ekonomi.

Pengelolaan sampah yang terstruktur membuka peluang lapangan kerja baru, mulai dari sektor pemilahan, pengolahan, hingga distribusi bahan bakar alternatif.

BACA JUGA: Patrick Vieira Dipecat Genoa Usai Kekalahan 0-2 dari Cremonese, Rossoblu Terpuruk di Dasar Klasemen Serie A

Di sisi lain, pemerintah daerah juga dapat mengurangi beban pengelolaan sampah sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan hidup masyarakat.

Audiensi antara Gubernur Sumatera Selatan dan PT Semen Indonesia ini menegaskan bahwa agenda pembangunan berkelanjutan bukan sekadar wacana, melainkan langkah nyata yang terus diperkuat melalui kolaborasi.

Dengan dukungan kebijakan, inovasi teknologi, dan komitmen bersama, RDF diharapkan menjadi tonggak penting dalam perjalanan Sumatera Selatan menuju masa depan yang lebih hijau, bersih, dan berdaya saing. (*/red)