Aksi Demo Warga Musi Rawas Batal, Jalan Nasional Mulai Diperbaiki

oleh -549 Dilihat
oleh
Aksi warga Musi Rawas batal setelah BBPJN Sumsel merespons desakan dengan memulai perbaikan jalan nasional yang rusak, Sabtu (14/2/2026). Foto: Istimewa

Akibatnya, pendapatan masyarakat ikut terdampak.

“Gangguan itu nyata dirasakan masyarakat, mulai dari aktivitas harian sampai roda perekonomian. Maka wajar jika muncul desakan kuat untuk melakukan aksi unjuk rasa,” kata Firdaus.

Meski demikian, kepercayaan masyarakat terhadap wakil rakyat menjadi alasan utama aksi tersebut dibatalkan.

Alih-alih turun ke jalan, warga sepakat menempuh jalur resmi dengan melayangkan surat kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum RI dan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN).

BACA JUGA: Jalan Nasional di Tebing Tinggi Rusak, Pemkab Empat Lawang Sambangi BBPJN

Isi surat tersebut antara lain mendesak perbaikan permanen kerusakan parah jalan nasional ruas Muara Beliti hingga Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin.

Selain itu, masyarakat juga meminta penertiban kendaraan Over Dimension dan Over Loading (ODOL) selama masa perbaikan, dengan skala prioritas bagi angkutan kebutuhan pokok seperti sembako, BBM, LPG, serta hasil pertanian dan perkebunan.

Penertiban ODOL ini diharapkan dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan agar kerusakan jalan tidak kembali terulang.

Tak hanya itu, masyarakat juga meminta agar dilakukan perbaikan tanggap darurat menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri 2026, mengingat tingginya mobilitas masyarakat saat arus mudik.

“Alhamdulillah, perjuangan untuk infrastruktur yang lebih baik di Musi Rawas menunjukkan hasil nyata, walaupun belum tentu semuanya langsung mulus sesuai harapan,” ujar Firdaus.

Berselang beberapa hari setelah surat resmi dikirim, DPRD Musi Rawas menerima jawaban dari BBPJN Sumsel.

BACA JUGA: Terancam Hanyut! Longsor Sungai Musi Rusak 11 Rumah Warga

Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa pekerjaan rekonstruksi jalan sepanjang 25,78 kilometer tengah berjalan dengan skema kontrak tahun jamak (Multi Years Contract/MYC).

BBPJN juga berkomitmen mewujudkan “lebaran tanpa lubang” dengan menutup lubang-lubang kritis paling lambat H-10 Idul Fitri demi keselamatan pemudik.

Selain itu, pengawasan truk overload akan diperketat menggunakan teknologi sensor beban atau Weight in Motion (WIM) untuk mencegah kerusakan aspal lebih cepat.

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search 

No More Posts Available.

No more pages to load.