Rampungnya AMDAL menjadi bagian penting dalam memastikan rencana pembangunan Sekolah Rakyat tidak hanya berorientasi pada penyediaan fasilitas pendidikan, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan, sosial, keselamatan, dan keberlanjutan.
BACA JUGA: Sekolah Rakyat Empat Lawang Bidik Kapasitas hingga 2.000 Peserta Didik
Program pembangunan Sekolah Rakyat sendiri dilaksanakan melalui sinergi lintas kementerian dan lembaga. Kementerian Pekerjaan Umum berperan dalam aspek teknis infrastruktur, sedangkan Kementerian Sosial berkaitan dengan penyelarasan sasaran penerima manfaat.
Sekolah Rakyat merupakan program strategis nasional yang diarahkan untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan sekaligus menjadi salah satu instrumen dalam upaya memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan gratis dan berkelanjutan.
Di Kabupaten Empat Lawang, jumlah sementara peserta didik Sekolah Rakyat mencapai 352 siswa.
Jumlah tersebut terdiri dari 82 siswa lama serta 270 siswa baru, dengan rincian 150 siswa jenjang SD, 30 siswa SMP, dan 90 siswa SMA.
Dengan rampungnya dokumen AMDAL, tahapan pembangunan Sekolah Rakyat di Empat Lawang kini memiliki landasan pengelolaan lingkungan yang lebih jelas sebelum memasuki realisasi sarana dan prasarana secara fisik.
Sefza berharap seluruh tahapan pembangunan berjalan lancar hingga Sekolah Rakyat dapat beroperasi secara optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pemerintah daerah juga berharap keberadaan Sekolah Rakyat dapat memperluas kesempatan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan, sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Empat Lawang.
Dengan fasilitas pendidikan yang disiapkan secara gratis, Sekolah Rakyat diharapkan tidak sekadar menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang membuka akses pendidikan yang lebih merata bagi masyarakat Empat Lawang. (*/red/rls)







