Palembang, LintangPos.com – Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Sumatera Selatan resmi menyatakan sikap terkait dinamika kepemimpinan di Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP).
Dukungan penuh diberikan kepada keputusan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang memperpanjang masa jabatan Rektor UMP, Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M.
Pernyataan sikap itu disampaikan pada Senin (15/9/2025) di Palembang dengan melibatkan seluruh unsur organisasi muda Muhammadiyah, mulai dari Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), hingga Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).
Perpanjangan jabatan tersebut tertuang dalam SK No. Kep 445/KEP/1.0/D/2025, berlaku sejak 12 Oktober 2025 hingga 11 Oktober 2027.
AMM Sumsel menilai kebijakan itu sejalan dengan Pedoman PPM No. 1 Tahun 2025 tentang Perguruan Tinggi Muhammadiyah.
“Universitas Muhammadiyah Palembang adalah amal usaha persyarikatan yang berada di bawah Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan PP Muhammadiyah. Maka, perpanjangan masa jabatan rektor merupakan bagian dari pembinaan sekaligus kebutuhan organisasi,” tegas AMM Sumsel.
BACA JUGA: Komplotan Spesialis Curanmor di Lubuklinggau Dibekuk Polisi
AMM Sumsel juga menyampaikan penghargaan kepada Prof. Abid Djazuli atas kontribusinya selama dua periode kepemimpinan.
Sejumlah capaian UMP berhasil diraih, antara lain akreditasi “Unggul”, pembukaan program studi baru, hingga pembangunan infrastruktur kampus.
Ke depan, AMM Sumsel berharap UMP semakin progresif dengan memperluas program studi magister dan doktor serta membuka akses lebih luas untuk beasiswa mahasiswa.
“Harapan kami, UMP terus berkembang sebagai kampus unggulan di Sumatera Selatan,” tulis pernyataan tersebut.
Selain itu, AMM Sumsel mengajak seluruh kader Muhammadiyah untuk patuh pada keputusan PP Muhammadiyah.
Mereka menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kondusifitas di lingkungan kampus maupun persyarikatan.
BACA JUGA: ASN Kemenkum Sumsel Ikuti Apel Bersama, Wamenkoor Tekankan Netralitas dan Integritas
“Persatuan adalah kunci dalam mewujudkan masyarakat Islam sebenar-benarnya melalui gerakan tajdid yang berpijak pada Al-Qur’an dan As-Sunnah,” tutup pernyataan resmi AMM Sumsel. (*/red)





