Anggaran Fantastis Rp14 Triliun Disiapkan, Nasib Guru Non-ASN Segera Berubah?

oleh -401 Dilihat
Kemendikdasmen menyiapkan anggaran Rp14 triliun untuk tunjangan guru non-ASN pada 2026, mencakup insentif, TPG, dan TKG demi kesejahteraan guru. (*/Ils)

Langkah ini memberi kepastian status sekaligus membuka akses yang lebih luas terhadap hak dan perlindungan kerja.

Bagi banyak guru, pengangkatan PPPK menjadi titik balik dalam karier dan kehidupan mereka.

Selain itu, guru non-ASN juga memperoleh akses yang setara untuk mengikuti Program Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Sepanjang 2024 hingga 2025, tercatat lebih dari 750 ribu guru non-ASN mengikuti PPG, baik melalui jalur PPG Calon Guru maupun PPG Guru Tertentu.

Melalui PPG, guru berkesempatan memperoleh sertifikasi pendidik sebagai pengakuan profesional sekaligus upaya peningkatan mutu pembelajaran di sekolah.

BACA JUGA: CPNS 2026 Prioritaskan Fresh Graduate, Gaji PNS Menggiurkan?

Kenaikan Insentif dan Tunjangan

Dari sisi kesejahteraan, kebijakan tahun 2026 membawa kabar yang lebih menggembirakan.

Pemerintah menaikkan insentif guru non-ASN dari Rp300 ribu menjadi Rp400 ribu per orang per bulan.

Meski terlihat sederhana, kenaikan ini dinilai signifikan bagi guru yang selama ini mengandalkan pendapatan terbatas.

Untuk kebijakan ini, Kemendikdasmen menganggarkan sekitar Rp1,8 triliun dengan jumlah penerima mencapai 377.143 guru non-ASN.

Anggaran tersebut melonjak lebih dari Rp1 triliun dibandingkan tahun sebelumnya.

BACA JUGA: Gaji PNS Februari 2026 Disetujui, Benarkah Naik?

Pemerintah berharap, tambahan insentif ini dapat mendorong profesionalisme guru, meningkatkan mutu pembelajaran, serta memotivasi terciptanya lingkungan belajar yang lebih berkualitas.

Tak hanya insentif bulanan, pemerintah juga menyalurkan Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi guru non-ASN yang telah memiliki sertifikat pendidik.

Besarannya mencapai Rp2 juta per bulan. Bagi guru yang telah memiliki inpassing, nilai TPG disesuaikan dengan gaji pokok dalam Surat Keputusan (SK) inpassing.

Menariknya, besaran TPG ini meningkat Rp500 ribu dibanding tahun-tahun sebelumnya yang hanya Rp1,5 juta per bulan.

Pada 2026, anggaran TPG guru non-ASN mencapai sekitar Rp11,5 triliun dan akan disalurkan kepada 392.870 guru.

Dibandingkan 2025, anggaran ini naik sekitar Rp663 miliar, menandakan keberlanjutan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan pendidik.

BACA JUGA: Gaji ke-13 Pensiunan Cair Lagi? Ini Prediksi dan Rinciannya

Perhatian Khusus untuk Guru di Wilayah 3T

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search 

No More Posts Available.

No more pages to load.