Beberapa penyedia VPN kini menawarkan fitur tambahan seperti pemblokir iklan, perlindungan anti-malware, atau bahkan pemantauan dark web untuk mendeteksi kebocoran data pribadi.
Misalnya, NordVPN menghadirkan fitur Threat Protection dan NordProtect, sementara Surfshark One menyediakan data breach alert dan opsi Alternative ID guna melindungi identitas pengguna.
Jenis dan Fungsi VPN yang Berbeda
Ada berbagai jenis VPN dengan fungsi berbeda:
- Commercial VPN: digunakan konsumen umum seperti ExpressVPN, NordVPN, atau Surfshark.
- Remote Access VPN: menghubungkan karyawan dengan jaringan kantor dari jarak jauh.
- Site-to-Site VPN: digunakan perusahaan untuk menghubungkan dua jaringan berbeda.
- Multi-hop VPN: melindungi data dengan merutekan koneksi melalui dua server sekaligus.
BACA JUGA: Samsung Siapkan Kejutan di Galaxy S26, Exynos 2600 Diklaim Lebih Kuat dari Chip Apple dan Snapdragon
Harga dan Kinerja VPN
Dari segi harga, layanan VPN komersial bervariasi. Misalnya, ExpressVPN dibanderol sekitar £80 per tahun, sedangkan NordVPN menawarkan paket lebih hemat sekitar £45 per tahun.
Meski begitu, kecepatan koneksi menjadi faktor penting. VPN yang baik hanya menurunkan kecepatan internet beberapa persen saja.
Namun, layanan berkualitas rendah bisa memangkas hingga separuh kecepatan koneksi.
Apakah VPN Layak Digunakan?
VPN tetap menjadi alat penting bagi pengguna internet modern. Ia membantu melindungi identitas daring, melewati sensor, dan mengakses konten global.
BACA JUGA: Samsung Galaxy S26 Pro Batal Rilis, Peluncuran Ditunda hingga Maret 2026
Namun, pengguna diingatkan untuk tidak bergantung sepenuhnya pada VPN sebagai pelindung tunggal dari ancaman digital.
“VPN adalah alat rerouting dengan kemampuan privasi tambahan — bukan benteng absolut,” tutup O’Sullivan. (*/red)






