Categories: Palembang Religi Sumsel

Api Suci di Vihara Amitabha, Puncak Haru Ritual Ulambana

Palembang, LintangPos.com – Suasana hening bercampur haru terasa di halaman Vihara Amitabha Graha, Jalan Taman Kenten, Sabtu (20/9/2025) malam.

Ratusan umat Buddha berkumpul dalam suasana penuh kekhidmatan, mengikuti puncak ritual Ulambana, sebuah tradisi sakral untuk menghantarkan arwah leluhur menuju alam kelahiran kembali yang lebih damai.

Di bawah cahaya lilin dan lantunan doa para bhiksu, malam itu ditutup dengan prosesi pembakaran replika kapal, rumah, dan Tai Se atau Popokon, simbol raja setan.

Api yang menjulang dipercaya sebagai jalan pulang bagi para leluhur, membawa mereka ke tempat penuh kebahagiaan.

Mengundang Arwah dengan Doa dan Persembahan

Ritual Ulambana tahun ini berlangsung dua hari, dimulai sejak Jumat (19/9/2025).

BACA JUGA: PWNU Sumsel Gelar Gebyar Maulid dan Aksi Sosial di Talang Kelapa

Ketua Vihara, Halim Susanto, menjelaskan bahwa di hari pertama umat mengundang roh leluhur dan kerabat yang telah tiada.

Berbagai persembahan berupa makanan, buah, serta aneka sajian yang berasal dari donasi keluarga dipanjatkan doa oleh bhiksu.

Nama-nama arwah kemudian dituliskan dan dimasukkan ke dalam replika kapal.

“Kapal itu ibarat kendaraan yang mengantarkan arwah pulang. Setelah didoakan, mereka menaiki kapal untuk kembali ke alamnya masing-masing,” tutur Halim.

Puncak Ritual: Api Membawa Harapan

Malam puncak menjadi momen yang paling sakral. Replika kapal, rumah, dan Popokon dibakar di halaman belakang vihara.

BACA JUGA: Gubernur Sumsel Herman Deru Hadiri Maulid Nabi di Musholla Al-Huda

Api yang berkobar dipercaya sebagai perantara agar arwah dapat lahir kembali di alam bahagia.

“Selain mengantarkan arwah, pembakaran kapal juga menjadi penutup rangkaian sembahyang Ulambana. Simbol raja setan ikut dibakar, melambangkan pelepasan dan pembersihan,” tambah Halim.

Makna Filosofis dari Ulambana

Tradisi Ulambana berakar pada kisah seorang murid Buddha Gautama yang berusaha menolong ibunya dari alam rendah.

Meski berbagai cara dilakukan, ia tetap gagal hingga akhirnya mendapat petunjuk dari Sang Buddha.

Page: 1 2

Redaksi

Share
Tags: doa arwah doa dan persembahan umat Buddha makna pembakaran kapal Ulambana pembakaran kapal persembahan Popokon ritual leluhur ritual Ulambana di Vihara Amitabha tradisi Buddha tradisi penghormatan arwah leluhur Ulambana Vihara Amitabha

Recent Posts

  • Berita

Kajati Sumsel Kunjungi Kejari Empat Lawang

Kajati Sumsel Nurcahyo J. M. mengunjungi Kejari Empat Lawang untuk memantau kinerja, memperkuat koordinasi, dan…

7 jam ago
  • Berita

Kasus ISPA Meningkat Saat Kemarau Panjang, Dinkes Siagakan 10 Puskesmas

Kasus ISPA menjadi perhatian saat kemarau panjang. Dinas Kesehatan menyiagakan pelayanan di 10 puskesmas dan…

10 jam ago
  • Berita

BNN Empat Lawang Dorong Gerakan Bejeghum P4GN Bersinar

BNN Empat Lawang menguatkan gerakan Bejeghum P4GN Bersinar dengan melibatkan pemerintah desa, organisasi perempuan, dan…

11 jam ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Pemerintahan
  • Sumsel

Bupati Joncik Harap Mahasiswa Unhan Motivasi Siswa Sekolah Rakyat

Bupati Joncik Muhammad berharap tujuh mahasiswa Unhan yang ditugaskan di Sekolah Rakyat Empat Lawang mampu…

1 hari ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Politik
  • Sumsel

Budi Antoni Kembali ke Golkar: Rangkul Kader, Bukan Bermusuhan!

Budi Antoni Aljufri menegaskan kembali ke Golkar untuk berkarya bagi masyarakat. Ia menyebut perbedaan politik…

4 hari ago
  • Berita

Rhendy Andrea Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Empat Lawang

Rhendy Andrea terpilih aklamasi sebagai Ketua DPD II Golkar Empat Lawang periode 2026–2030 dalam Musda…

4 hari ago