Arus Balik Memuncak, Polisi Bocorkan Jalur Rahasia Antimacet!

oleh -53 Dilihat
oleh
Arus balik Lebaran 2026 mulai meningkat. Polisi siapkan jalur alternatif Palembang–Jambi dan imbau pemudik waspada. (*/Ilustrasi)

PALEMBANG, LINTANGPOS.com – Arus balik Idul Fitri 2026 mulai menunjukkan peningkatan signifikan pada Selasa (24/3/2026).

Setelah beberapa hari sebelumnya arus mudik mendominasi pergerakan masyarakat, kini gelombang kepulangan pemudik perlahan tapi pasti mulai memadati berbagai jalur utama, terutama di wilayah Sumatera Selatan.

Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah Jalan Lintas Timur (Jalintim) ruas Palembang–Jambi.

Jalur ini dikenal sebagai urat nadi transportasi darat yang menghubungkan berbagai daerah penting di Sumatera.

Setiap musim Lebaran, Jalintim hampir selalu menjadi langganan kepadatan, bahkan kemacetan panjang yang menguji kesabaran para pengendara.

Mengantisipasi kondisi tersebut, pihak kepolisian bergerak cepat.

BACA JUGA: Masjid Az-Zahro, Oase Baru Pemudik Jalinteng Sumatera

Melalui berbagai kanal informasi, termasuk media sosial, pemudik diimbau untuk tidak terpaku pada jalur utama.

Alternatif rute disiapkan sebagai solusi untuk mengurai kepadatan lalu lintas.

Berdasarkan informasi yang dibagikan melalui akun resmi kepolisian, terdapat beberapa jalur alternatif yang bisa dimanfaatkan pemudik non-tol.

Untuk perjalanan dari Palembang menuju Jambi, pengendara disarankan mengambil rute Palembang – Betung – Sekayu – Musi Rawas – Jambi.

Jalur ini dinilai lebih longgar dan dapat menjadi opsi untuk menghindari titik-titik rawan macet di Jalintim.

Sementara itu, bagi pemudik dari arah Jambi menuju Palembang, tersedia dua pilihan jalur.

BACA JUGA: Gratis & Dua Arah! Tol Palembang–Betung Seksi Rengas–Pangkalan Balai Siap Jadi Jalan Favorit Pemudik Nataru

Pertama melalui Sarolangun – Lubuklinggau – Musi Rawas – Empat Lawang – Lahat – Prabumulih – Palembang.

Kedua melalui Sarolangun – Lubuklinggau – Musi Rawas – Sekayu – Betung – Palembang.

Kedua rute ini diharapkan dapat mendistribusikan arus kendaraan agar tidak menumpuk di satu titik.

Karo Ops Polda Sumsel, Kombes Pol. Muhammad Anis Prasetio Santoso, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi lonjakan arus balik.

Seluruh jajaran kepolisian telah disiagakan guna memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan masyarakat.

“Arus balik mulai terasa dan kami sudah menyiapkan langkah antisipasi, termasuk rekayasa lalu lintas sesuai arahan pimpinan,” ujarnya, Senin (23/3/2026).

BACA JUGA: Libur Nataru Pakai Mobil Dinas? Pemprov Sumsel Tegas: ASN Dilarang Mudik dan Liburan!

Peningkatan mobilitas masyarakat memang tidak bisa dihindari.

Data dari Polda Sumsel mencatat lebih dari 270 ribu pergerakan penumpang terjadi hanya dalam satu hari pada 22 Maret 2026.

Angka ini mencerminkan tingginya intensitas perjalanan lintas daerah, baik melalui jalur darat, laut, maupun udara.

Lonjakan ini juga menjadi sinyal bahwa puncak arus balik kemungkinan masih akan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan.

Oleh karena itu, kesiapan pemudik menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran perjalanan.

Kepolisian pun mengeluarkan sejumlah imbauan yang tidak boleh diabaikan.

BACA JUGA: Lebaran di Negeri Amplop

Pemudik diminta untuk mempersiapkan perjalanan dengan matang, mulai dari perencanaan rute hingga memastikan kendaraan dalam kondisi prima.

Selain itu, kondisi fisik pengendara juga harus diperhatikan agar tetap fit selama perjalanan panjang.

Hal yang tak kalah penting adalah tidak memaksakan diri saat lelah.

Berkendara dalam kondisi mengantuk dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

Pemudik diimbau untuk memanfaatkan rest area atau pos pelayanan yang telah disediakan di sepanjang jalur.

Di era digital saat ini, akses informasi menjadi lebih mudah.

BACA JUGA: THR ASN 2026 Mulai Cair, Rp3 Triliun Sudah Disalurkan ke 631 Ribu Pegawai Pemerintah

Pemudik disarankan untuk rutin memantau informasi terkini terkait kondisi lalu lintas dan rekayasa jalan.

Dengan begitu, keputusan perjalanan bisa diambil secara lebih bijak dan adaptif.

Arus balik Lebaran bukan sekadar perjalanan pulang, tetapi juga ujian kesabaran, kesiapan, dan kewaspadaan.

Dengan kerja sama antara masyarakat dan aparat, diharapkan perjalanan kembali ke kota tujuan dapat berlangsung aman, lancar, dan nyaman. (*/red)

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search