EMPAT LAWANG, LINTANGPOS.com – Kebakaran hebat melanda permukiman warga di Desa Muara Danau, Kecamatan Lintang Kanan, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, pada Minggu (19/7/2026) dini hari.
Dalam peristiwa tersebut, enam unit rumah habis terbakar, dua rumah mengalami rusak berat, dan lima rumah lainnya rusak ringan.
Berdasarkan laporan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Empat Lawang, kebakaran terjadi sekitar pukul 02.10 WIB.
Dugaan sementara, api dipicu korsleting arus listrik.
BACA JUGA: Kapolres Empat Lawang Salurkan Bansos untuk Korban Kebakaran
Namun, penyebab pasti masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Empat Lawang, Fajar Bayu Dewanto mengatakan, pihaknya menerima laporan dari Sekretaris Desa Muara Danau sekitar pukul 02.13 WIB.
Petugas piket Damkar Zona III Muara Pinang langsung menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 02.15 WIB untuk melakukan pemadaman bersama warga.
Untuk mempercepat penanganan, Dinas Damkar mengerahkan tiga unit mobil pemadam, masing-masing dari Zona III Muara Pinang, Zona II Pendopo, dan Zona V Ulu Musi.
BACA JUGA: Kerugian Kebakaran di Rantau Kasai Capai Rp600 Juta, Api Diduga dari Korsleting Listrik
Berkat kerja sama petugas dan masyarakat, api berhasil dipadamkan sekitar 1 jam 40 menit kemudian sehingga tidak merambat ke permukiman lainnya.
Enam rumah yang hangus terbakar masing-masing milik Muslimin Susi (1 KK, 6 jiwa), Kaset Helmi (1 KK, 3 jiwa), Paat (1 KK, 4 jiwa), Deri Siska (2 KK, 5 jiwa), Asep Aras (1 KK, 3 jiwa), dan Dencik Erna (2 KK, 6 jiwa).
Sementara itu, dua rumah yang mengalami rusak berat merupakan milik Kismi (1 KK, 1 jiwa) dan Septi (1 KK, 5 jiwa).
Adapun lima rumah yang mengalami rusak ringan masing-masing milik Baharudin (1 KK, 4 jiwa), Robi Sugara (1 KK, 3 jiwa), Reri (1 KK, 5 jiwa), Heri (1 KK, 6 jiwa), dan Sobli (1 KK, 2 jiwa).
BACA JUGA: BREAKING NEWS: Kebakaran Dini Hari di Rantau Kasai, 3 Rumah Hangus Terbakar
Akibat kebakaran tersebut, total kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp1,2 miliar.
Hingga laporan ini diterima, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. (*/red)





