Empat Lawang Siagakan Pasukan Hadapi Ancaman Karhutla dan El Nino

oleh -15 Dilihat
oleh
Pemkab Empat Lawang menggelar apel siaga Karhutla 2026 guna memperkuat sinergi lintas sektor menghadapi musim kemarau dan ancaman El Nino, Kamis (9/7/2026). Foto: LINTANGPOS.com/Jie

EMPAT LAWANG, LINTANGPOS.com – Pemerintah Kabupaten Empat Lawang menggelar Apel Gelar Pasukan Siaga Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 di Lapangan Upacara Pemkab Empat Lawang, Kamis (9/7/2026).

Apel dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Empat Lawang, Fauzan Khoiri Denin, sebagai inspektur upacara.

Kegiatan tersebut diikuti personel TNI, Polri, BPBD, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Perumda Seguring Betung, Tagana, Palang Merah Indonesia (PMI), Dinas Kesehatan, RSUD, perwakilan perusahaan, serta unsur terkait lainnya.

Hadir pula jajaran Forkopimda, kepala OPD, camat, dan para pemangku kepentingan.

BACA JUGA: Hotspot Sumsel Capai 1.502 Titik Empat Lawang Siaga, Karhutla Masih Terkendali

Dalam amanatnya, Sekda menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta apel yang telah menunjukkan komitmen dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, khususnya kebakaran hutan dan lahan.

Ia menegaskan, apel siaga bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi bukti kesiapan seluruh unsur pemerintah dan stakeholder dalam mengantisipasi serta meminimalkan dampak Karhutla maupun bencana lainnya di Kabupaten Empat Lawang.

“Kita berharap bencana tidak terjadi. Namun apabila terjadi, seluruh personel dan peralatan yang disiapkan hari ini harus mampu bergerak cepat untuk melakukan penanggulangan,” ujarnya.

Sekda juga mengingatkan hasil prakiraan musim kemarau dari BMKG yang menyebutkan fenomena El Nino pada 2026 berpotensi meningkatkan durasi dan intensitas musim kemarau.

BACA JUGA: Rekonstruksi Jalan Benuang Galing Disorot, Ini Penjelasan BPBD Kepahiang

Kondisi tersebut diperkirakan berdampak pada meningkatnya risiko kekeringan, terganggunya sektor pertanian, hingga ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Berdasarkan informasi BMKG Sumatera Selatan, sebagian besar wilayah, termasuk Empat Lawang, diprediksi mengalami penurunan curah hujan mulai Juli hingga Desember 2026 yang berpotensi meningkatkan kemunculan titik panas (hotspot).

Meski demikian, masyarakat tetap diminta mewaspadai kemungkinan cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung, maupun Karhutla.

Sekda meminta seluruh instansi memperkuat koordinasi, komunikasi, edukasi, dan sosialisasi kepada masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan.

BACA JUGA: Proyek BPBD Kepahiang Disorot, Tinggalkan Hutang ke Warga dan Bangunan Terbengkalai

Upaya deteksi dini serta pemantauan hotspot harus menjadi prioritas agar setiap titik api dapat segera ditangani sebelum meluas.

Selain Karhutla, ia juga menyoroti potensi bencana banjir di wilayah perkotaan.

Menurutnya, banjir lokal yang sempat terjadi di kawasan Pasar Tebing Tinggi usai hujan pada Rabu (8/7/2026) menjadi pengingat pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Ia menilai penumpukan sampah di saluran drainase menjadi salah satu penyebab terganggunya aliran air sehingga memicu genangan.

BACA JUGA: Curah Hujan Gila-Gilaan hingga 2026! BPBD OKI Beberkan Daerah yang Terancam Banjir dan Puting Beliung

Karena itu, masyarakat diimbau meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana.

Menutup amanatnya, Sekda meminta para camat, kepala desa, dan lurah terus mengedukasi masyarakat mengenai langkah-langkah pencegahan kebakaran, baik di kawasan hutan maupun permukiman, terutama selama musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga akhir tahun.

Melalui sinergi seluruh unsur pemerintah, aparat, dunia usaha, dan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Empat Lawang berharap risiko Karhutla dan bencana lainnya dapat ditekan sehingga keselamatan masyarakat tetap terjaga. (*/red)

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search