Ringkasan Berita:
° Jalan cor beton di Kelurahan Batukuning, Baturaja Barat, yang baru rampung diperbaiki akhir 2025, kembali dilintasi truk Fuso bermuatan besar.
° Aksi tersebut terekam warga saat subuh dan memicu kemarahan masyarakat karena melanggar aturan larangan tonase.
OKU, LINTANGPOS.com — Belum genap beberapa bulan rampung diperbaiki, jalan cor beton di Kelurahan Batukuning, Kecamatan Baturaja Barat, kembali “diuji” oleh kendaraan bertonase jumbo.
Dua unit truk Fuso besar berwarna hijau terekam warga melintas di ruas jalan tersebut pada waktu subuh, memicu kemarahan masyarakat sekitar.
Video yang direkam menggunakan kamera smartphone itu memperlihatkan dua armada besar bergerak dari arah Desa Kurup, Kecamatan Lubuk Batang, menuju jalan lintas Sumatera, simpang Polres OKU.
Ironisnya, jalan yang sebelumnya rusak parah akibat beban kendaraan berat itu baru saja selesai diperbaiki akhir 2025 lalu.
“Ini lagi na. Sudah lah resmi apo jalan ni dibukak. Ui ladas kau lewat ui,” gerutu seorang sopir mobil pribadi dari balik dasbor sambil merekam kejadian tersebut.
Dalam rekaman lanjutan, suara warga kembali terdengar geram.
“Nah mobil Fuso lah lewat noh. Subuh-subuh lewat, padahal aturan sudah jelas. Dua mobil (Fuso) lewat.”
Melanggar Aturan, Warga Murka
Masyarakat yang bermukim di sepanjang kawasan cor beton Batukuning mengaku kecewa dan marah.
Pasalnya, jalan tersebut secara aturan tidak diperbolehkan dilintasi kendaraan bertonase besar, mengingat struktur jalan baru yang masih rentan rusak.
Warga menduga para sopir sengaja memilih waktu subuh agar tidak terlalu diperhatikan masyarakat dan petugas.
“Baru diperbaiki, kok sudah dilewati lagi mobil besar. Dulu rusaknya karena ini juga,” ujar salah satu warga setempat.
BACA JUGA: Ribuan SK Dibagikan Sekaligus! 4.157 PPPK Paruh Waktu Kini Resmi Mengabdi di OKU Timur
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran lama: jika pembiaran terus terjadi, bukan tidak mungkin jalan yang menelan anggaran besar tersebut kembali rusak sebelum masa pakainya tercapai.
Ancaman Kerusakan Berulang
Jalan Batukuning sebelumnya dikenal sebagai salah satu titik rusak parah di wilayah OKU akibat aktivitas kendaraan berat yang melebihi batas tonase.
Perbaikan yang dilakukan pemerintah daerah diharapkan mampu memperbaiki konektivitas dan kenyamanan warga.
Namun, pelanggaran aturan seperti ini justru mengancam usia jalan yang baru saja “diselamatkan”.
Masyarakat berharap pemerintah dan aparat terkait segera turun tangan, memperketat pengawasan, serta menindak tegas pelanggaran agar kejadian serupa tidak terus berulang. (*/red)






