Hujan Semalaman, 7 Desa di OKU Timur Tenggelam

oleh -40 Dilihat
oleh
Banjir dini hari di OKU Timur merendam puluhan rumah di 7 desa Belitang III akibat hujan deras dan luapan Sungai Muara Balak. BPBD siaga penuh, Kamis (8/1/2026). Foto: Istimewa

Ringkasan Berita:

° Banjir merendam tujuh desa di Kecamatan Belitang III, OKU Timur, Sumatera Selatan, setelah hujan deras sejak Rabu malam hingga Kamis dini hari.

° Luapan Sungai Muara Balak membuat puluhan rumah terendam air setinggi 60–80 cm.

° BPBD masih melakukan pendataan.


OKU TIMUR, LINTANGPOS.com Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur sejak Rabu malam hingga Kamis (8/1/2026) dini hari berubah menjadi mimpi buruk bagi warga Kecamatan Belitang III.

Dalam sekejap, air meluap dan menenggelamkan puluhan rumah di tujuh desa.

Desa-desa yang terdampak banjir meliputi Nusa Jaya, Nusa Tenggara, Karang Jadi, Nusa Bakti, Ringin Sari, Dadirejo, dan Sukanegara Nusa Maju.

Genangan air masuk hingga ke dalam rumah warga, bahkan menutup akses jalan permukiman.

Kepala Seksi Logistik BPBD OKU Timur, Budi, menjelaskan bahwa banjir dipicu oleh kombinasi hujan deras semalaman dan luapan Sungai Muara Balak yang berada di Desa Nusa Jaya.

“Luapan mulai terjadi sekitar pukul 03.30 WIB. Ketinggian air berkisar 60 sampai 80 sentimeter,” ungkap Budi saat dikonfirmasi, Kamis pagi.

BACA JUGA: Siaga Banjir dan Kriminal Malam Hari! Babinsa Turun Langsung ke Desa Rantau Alih, Warga Diminta Waspada Total

Banjir datang ketika sebagian besar warga masih tertidur.

Akibatnya, banyak warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga.

Dari sejumlah video yang beredar di media sosial, terlihat kendaraan terendam dan warga bertahan di dalam rumah meski air terus meninggi.

Hingga siang hari, hujan masih mengguyur wilayah terdampak.

Tim BPBD bersama aparat desa dan kecamatan terus melakukan pemantauan lapangan sambil menunggu laporan pendataan resmi jumlah rumah dan warga yang terdampak.

“Kami terus berkoordinasi dan menyiapkan langkah penanganan lanjutan apabila debit air terus meningkat,” kata Budi.

BACA JUGA: Malam Maut di Tanjung Agung, Banjir Bandang Telan 150 Nyawa

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat betapa rentannya wilayah permukiman di sepanjang aliran sungai terhadap bencana hidrometeorologi.

Warga berharap bantuan segera datang dan kondisi segera membaik, sementara aparat terus bersiaga menghadapi kemungkinan banjir susulan. (*/red)