Yuli Andri menjelaskan, Hari Bhakti Adhyaksa memiliki makna sebagai momentum pengabdian atau bakti insan Adhyaksa kepada masyarakat.
“Bedanya pada itu kita memberikan semacam kontribusi bakti kepada masyarakat, tapi bukan sebagai hari kelahiran,” ujarnya.
Selain menjelaskan sejarah Hari Lahir Kejaksaan, Yuli Andri juga mengapresiasi kehadiran jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam kegiatan syukuran tersebut.
BACA JUGA: Kasus Kredit Rp5 Miliar Bank Pelat Merah Masuk Meja Jaksa
Ia menyebut kehadiran unsur Forkopimda menjadi bentuk nyata sinergi dan kekompakan antarlembaga di daerah.
“Surprise betul, saya dan rekan-rekan Forkopimda hari ini kedatangan salah satu sinergi. Ditunjukkan bahwa kekompakan, saling koordinasi sesama Forkopimda akan saling menguatkan posisi kita masing-masing,” kata Yuli Andri.
Menurutnya, masing-masing unsur Forkopimda memiliki tugas dan kewenangan berbeda.
Namun, seluruhnya memiliki peran dalam mendukung pembangunan daerah.
BACA JUGA: Kejari Empat Lawang Lelang 11 Sepeda Motor Secara Online
Ia menyebut Bupati, Polres, Dandim dan unsur lainnya merupakan bagian dari kolaborasi untuk mendukung pembangunan daerah ke depan.
“Jadi saya sangat bersyukur, saya sangat berterima kasih kepada rekan-rekan,” ujarnya.
Yuli Andri menegaskan, koordinasi dan sinergi tersebut juga diperlukan dalam mendukung pelaksanaan penegakan hukum di daerah.
Menurutnya, komunikasi antarlembaga menjadi bagian penting agar tugas penegakan hukum dapat berjalan secara optimal sekaligus tetap mendukung kepentingan pembangunan daerah.
BACA JUGA: Jejak Dana Desa Bandar Agung dalam Sorotan Kejari, Rumah dan Kantor Kades Digeledah
“Penegakan hukum kami sangat melanjutkan koordinasi, sinergi, dan ini yang kita perlukan untuk penegakan hukum khususnya di Kabupaten Paser ini,” katanya.
Syukuran Hari Lahir ke-81 Kejaksaan RI tersebut menjadi momentum bagi Kejari Empat Lawang untuk memperkuat hubungan dengan Forkopimda sekaligus mengingat kembali sejarah panjang institusi Adhyaksa. (*/gia)





